Amankan Pengesahan 3.300 Warga Baru PSHT, 1.720 Personel Gabungan Siaga Satu di Nganjuk

Reporter : Ahmad Zaki Mawardi
Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi  saat memimpin apel kesiapan pengamanan pengesahan warga baru PSHT Cabang Nganjuk 2026 (Istimewa/SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Polres Nganjuk menggelar apel besar pengamanan pengesahan warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Nganjuk tahun 2026 di halaman Mapolres Nganjuk. Dipimpin langsung oleh Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, apel ini menjadi bukti kesiapan total dalam mengawal jalannya acara yang berpusat di Desa Pesudukuh, Kecamatan Bagor. Sebanyak 1.720 personel gabungan dari TNI, Polri, dan instansi terkait diterjunkan ke lapangan.

Apel pasukan ini bertujuan untuk menjamin situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif selama proses pengesahan, serta sebagai bentuk kesiapan semua unsur pengamanan menghadapi dinamika kegiatan yang melibatkan ribuan peserta.

“Jumlah warga baru yang akan disahkan mencapai 3.300 orang, dengan jumlah rasio 2 banding 1 diharapkan keamanan dan ketertiban Kabupaten Nganjuk dapat terjaga, lakukan screening terhadap potensi gangguan yang datang dari luar wilayah,” ujar Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, dalam sambutannya.

Sementara itu, pengamanan ketat ini direspon dengan kesiapan penuh oleh jajaran kepolisian. Kapolres Nganjuk memastikan bahwa seluruh pergerakan massa akan dipantau secara humanis namun tetap mengedepankan ketegasan hukum demi keselamatan bersama.

“Laksanakan tugas dengan penuh dedikasi dan profesionalisme. Kedepankan pendekatan humanis namun tetap tegas apabila ditemukan pelanggaran. Bila terjadi gangguan yang membahayakan keselamatan masyarakat atau petugas, gunakan kekuatan secara terukur sesuai undang-undang dan SOP yang berlaku,” tegas Kapolres Nganjuk, AKBP Suria Miftah Irawan.

Ribuan personel yang terlibat kini telah ditempatkan pada titik-titik strategis, seperti jalur masuk Kabupaten Nganjuk, lokasi pengesahan, serta titik rawan gangguan kamtibmas lainnya. Pengamanan dilakukan secara berlapis, mulai dari stasioner, mobile, hingga sistem penyekatan ketat di perbatasan.

Untuk memastikan strategi berjalan mulus, setelah apel selesai, jajaran Polres Nganjuk langsung menggelar Tactical Floor Game (TFG). Langkah ini diambil guna mematangkan skenario taktis lapangan bagi seluruh perwira pengendali.

“Kami telah memetakan titik rawan dan mengatur personel sesuai dengan tingkat kerawanan wilayah. Didukung penuh oleh TNI, Brimob, Satpol PP, Dishub, Damkar, Dinkes, RS Bhayangkara, serta PAMTER dari PSHT sendiri. Melalui TFG, seluruh perwira pengendali telah dibekali dengan skenario taktis lapangan,” jelas Wakapolres Nganjuk, Kompol Didid Wahyu Agustyawan.

Keberadaan Pengamanan Terate (PAMTER) juga turut membantu pengamanan internal, terutama dalam pengaturan peserta, area parkir, serta pengawalan jalur masuk ke lokasi pengesahan. Deteksi dini melalui personel intelijen dan tim komunikasi lapangan pun ikut dimaksimalkan guna mencegah potensi provokasi di media sosial maupun dunia nyata.

Polres Nganjuk menegaskan komitmennya untuk terus mengawal setiap tahapan pengesahan hingga tuntas, demi menciptakan suasana yang aman, tertib, dan kondusif di Kabupaten Nganjuk.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru