Remaja Hilang Saat Berenang, Tim SAR Gabungan Kepung Sungai Bengawan Solo Bojonegoro

Reporter : Ahmad Zaki Mawardi
Tim SAR Gabungan saat melakukan manuver perahu karet (LCR) guna mencari keberadaan korban (Dok. Tim SAR/SRTV)

BOJONEGORO, SRTV.CO.ID – Aliran Sungai Bengawan Solo kembali memakan korban. Seorang pemuda dilaporkan hilang tenggelam saat tengah asyik berenang bersama teman-temannya di kawasan Desa Betet, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro, pada Selasa (23/06/2026). 

Insiden ini memicu respons cepat dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Surabaya yang langsung menerjunkan Tim SAR Gabungan ke lokasi kejadian.

"Kami bergerak cepat berkoordinasi dengan seluruh unsur potensi SAR di lapangan untuk melakukan penyisiran intensif sejak laporan kedaruratan ini diterima," ujar Nanang Sigit, Kepala Kantor SAR Surabaya selaku SAR Mission Coordinator. Rabu (24/6/2026)

Korban yang diketahui bernama Ahmad Alfan Robi (18), warga Desa Kuncen, Kecamatan Padangan, hingga kini masih dalam proses pencarian. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban semula berniat menghabiskan waktu bersama rekan-rekannya dengan berenang di sungai terbesar di Pulau Jawa tersebut, namun nahas, dirinya justru terseret arus dan tenggelam.

Aksi kemanusiaan yang berpacu dengan waktu ini didukung penuh oleh sinergi yang luar biasa dari berbagai unsur.

"Sinergi di lapangan sangat solid, melibatkan Basarnas melalui Unit Siaga SAR Bojonegoro, BPBD Bojonegoro, TNI-Polri dari Polsek dan Koramil Padangan, hingga belasan organisasi relawan seperti SAR MTA, Cepu Adventure, MDMC, LPBNU, Relawan PSHT, KMC Cepu, Rescue 99, Kamboja Rescue, Exalos, Elang Bengawan, RAPI, serta masyarakat setempat," tambah pihak koordinator lapangan.

Pada operasi hari pertama, Tim SAR gabungan langsung membagi kekuatan menjadi 3 Search and Rescue Unit (SRU). 

Mereka melakukan manuver menggunakan perahu karet (LCR) serta menyisir perairan menggunakan jaring tradisional bersama warga setempat hingga radius 300 meter dari Lokasi Kejadian Kecelakaan (LKK).

Namun, hingga operasi dihentikan sementara pada pukul 17.00 WIB karena keterbatasan jarak pandang dan faktor keselamatan, upaya pencarian tersebut masih belum membuahkan hasil.

"Pencarian hari pertama kami evaluasi dan akan kami maksimalkan kembali pada Rabu (24/06) hari ini tadi mulai pukul 07.00 WIB. Rencana pencarian hari kedua akan diperluas dengan membagi tim menjadi 2 SRU yang siap menyisir sungai sepanjang 6 km menggunakan empat unit perahu karet," pungkasnya.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru