Kekurangan Personel, Damkarmat Nganjuk Tetap Siaga 24 Jam demi Keselamatan Warga

Reporter : Boniman
Personel Damkarmat Nganjuk usai apel kesiapsiagaan personel di halaman Markas Komando (Mako) (Mr Boni/SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk memastikan seluruh personelnya tetap bersiaga penuh selama 24 jam. Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi berbagai potensi kejadian darurat yang bisa terjadi kapan saja di tengah masyarakat Kabupaten Nganjuk.

Kesiapsiagaan ini ditegaskan dalam apel yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Damkarmat Kabupaten Nganjuk, Imam Azhari, didampingi Sekretaris Dinas Ardiansyah pada Senin,(22/6/2026)

"Mako itu ada tiga shif, shif 1, shif 2, dan shif 3. Aplosan. Mereka bergantian dengan sistem 12 jam dan tidak boleh kosong. Jadi harus selalu siaga 24 jam," tutur Imam Azhari menjelaskan sistem kerja di Markas Komando (Mako).

Selain di Mako utama, Damkarmat Nganjuk juga memiliki sejumlah pos bantu sektor untuk mempercepat jangkauan pelayanan, seperti di wilayah Tanjunganom, Lengkong, Rejoso, hingga Pos Bantu Pace. 

Namun, keterbatasan jumlah personel masih menjadi kendala nyata di lapangan. Di Mako sendiri, pengisian personel masih sangat terbatas.

"Di sini (Mako) kondisinya enam-enam, jadi sangat terbatas. Mau tidak mau tetap harus ada yang jaga 24 jam" jelas Imam.

Kondisi lebih menantang terlihat di Pos Sektor Pace, yang saat ini hanya diisi oleh beberapa personel dan bahkan terpaksa mengikuti jam kerja kecamatan akibat minimnya tenaga. 

Minimnya Sumber Daya Manusia (SDM) ini memaksa petugas di lapangan untuk merangkap tugas, mulai dari menjinakkan si jago merah hingga melakukan aksi penyelamatan (rescue) satwa liar.

"Seharusnya pemadaman dan penyelamatan itu berbeda. Tapi karena keterbatasan, orangnya itu-itu juga. Jadi kalau ada kejadian bersamaan, kami harus menentukan mana yang lebih dulu ditangani," ungkapnya.

Secara struktur, Damkarmat Nganjuk memiliki dua bidang utama, yakni bidang pencegahan (bertanggung jawab atas sosialisasi dan edukasi) serta bidang penanganan langsung di lapangan (bertanggung jawab atas pemadaman dan evakuasi). 

Ketika laporan darurat masuk secara bersamaan, petugas di lapangan kerap kali merasa kewalahan.

Imam berharap ke depan ada penambahan personel yang signifikan untuk mengoptimalkan pelayanan di seluruh wilayah Kabupaten Nganjuk yang memiliki tingkat kebutuhan penanganan cukup tinggi.

"Mulai dari desa sampai ke Mako, semua masih kekurangan orang. Ini yang menjadi tantangan utama kami. Tapi kita tetap semangat dan siaga 24 jam dengan semboyan pantang pulang sebelum api padam," pungkas Imam penuh optimisme.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru