Semarak Syiar Islam di Bumi Anjuk Ladang

Pemkab Nganjuk Siap Gelar Khataman Al-Qur’an Massal Sambut Tahun Baru Islam

Reporter : Ahmad Zaki Mawardi
Kegiatan khataman Al-Qur’an sebagai bagian dari Gerakan Nganjuk Mengaji menyambut Tahun Baru Islam 1448 H. (SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID - Kabupaten Nganjuk bersiap menyambut momentum pergantian Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah dengan cara yang religius dan penuh kekhidmatan. 

Pemerintah Kabupaten Nganjuk secara resmi menginisiasi Gerakan Nganjuk Mengaji melalui aksi khataman Al-Qur’an 30 juz yang akan digelar secara serentak di seluruh wilayah pada Selasa, 16 Juni 2026 mendatang.

Langkah besar ini merupakan tidak lanjut konkret dari hasil Rapat Koordinasi Gerakan Nganjuk Mengaji yang telah dipimpin langsung oleh Bupati Nganjuk pada pertengahan Juni lalu. 

Melalui gerakan massal ini, pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk meningkatkan syiar Islam, memperkuat nilai-nilai keagamaan, sekaligus membangun karakter masyarakat yang lebih religius. 

Di samping itu, agenda ini juga diniatkan sebagai ikhtiar batin untuk memohon keselamatan dan keberkahan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Nganjuk.

Untuk menyukseskan agenda spiritual ini, Sekretaris Daerah Kabupaten Nganjuk, Nur Solekan, telah melayangkan surat edaran resmi kepada berbagai instansi, lembaga pendidikan, hingga organisasi keagamaan. 

Surat tersebut berisi ajakan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat untuk ikut ambil bagian secara aktif demi menyukseskan gerakan mulia tersebut.

Secara teknis, pelaksanaan khataman Al-Qur’an serentak ini dijadwalkan berlangsung dari pagi hingga sore hari, tepatnya mulai pukul 06.00 WIB hingga 15.00 WIB. Pusat kegiatan utama diarahkan pada fasilitas ibadah seperti masjid dan musala di tiap wilayah.

Meski demikian, pemerintah memberikan fleksibilitas bagi sekolah atau lembaga pendidikan yang belum memiliki fasilitas ibadah mandiri agar dapat memanfaatkan ruangan lain yang dinilai representatif. 

Sementara itu, aturan khusus yang lebih longgar juga diberlakukan bagi peserta didik di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI), di mana mereka diperbolehkan membaca Al-Qur’an bersama-sama disesuaikan dengan tingkat kemampuan masing-masing anak.

Demi memastikan gerakan ini berjalan optimal dan menjangkau seluruh lapisan, Pemkab Nganjuk menggandeng koalisi besar dari berbagai pihak. 

Sektor pendidikan digerakkan melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk dan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Nganjuk. 

Sektor keagamaan dikawal ketat oleh Kementerian Agama Kabupaten Nganjuk serta jajaran aparatur pemerintah dari tingkat kecamatan hingga desa. 

Dinas Komunikasi dan Informatika juga diterjunkan untuk mendukung penyebaran informasi dan publikasi kegiatan.

Tidak hanya dari unsur birokrasi, kekuatan ormas dan lembaga keagamaan juga menjadi motor penggerak utama. 

Berbagai organisasi seperti Dewan Masjid Indonesia (DMI), Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI), Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT), Forum Komunikasi Pendidikan Al-Qur'an (FKPQ), PCNU, Muhammadiyah, hingga LDII dipastikan terlibat aktif.

Melalui sinergi lintas sektor ini, diharapkan seluruh masjid, musala, madrasah, pondok pesantren, hingga TPQ dan TQA di Kabupaten Nganjuk dapat serentak melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an. 

Momentum pergantian tahun hijriah ini diharapkan tidak sekadar menjadi ritual tahunan, melainkan menjadi sarana doa bersama demi terwujudnya Kabupaten Nganjuk yang aman, harmonis, sejahtera, dan senantiasa berakhlak mulia.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru