Mahasiswa Hilang Terseret Arus Banjir Bandang di Buleleng, Tim SAR Sisir Sungai hingga Pantai

Reporter : Ahmad Zaki Mawardi
Tim gabungan menyisir aliran sungai dari titik kejadian hingga kawasan Pantai Indah dalam upaya menemukan korban yang terseret arus banjir. (SRTV)

BULELENG, SRTV.CO.ID — Hujan deras yang memicu banjir bandang di Kabupaten Buleleng, Bali, berujung duka. Seorang mahasiswa bernama Ricardo Razaq Alghivieri (20) dilaporkan hilang setelah rumahnya dihantam luapan arus banjir dan dia terseret aliran sungai yang mengalir deras di belakang rumahnya di Perum Griya Mahadewa Blok A 4, Desa Bakti Seraga, Jumat (12/6/2026).

Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar yang menerima laporan tersebut segera bergerak cepat ke lokasi kejadian untuk melakukan operasi penyelamatan.

"Info kejadian adanya satu orang terseret arus banjir kami terima dari Bapak Waskita, diperkirakan kejadiannya sekitar pukul 12.30 Wita," terang Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya.

Sebelum melaporkan musibah ini ke pihak berwenang, warga setempat dan pihak keluarga sebenarnya sempat bahu-membahu melakukan pencarian mandiri di sekitar aliran sungai. 

Tim SAR gabungan lakukan koordinasi di lokasi bencana dalam upaya menemukan korban yang terseret arus banjir. (SRTV)

Namun, derasnya debit air membuat upaya awal tersebut tidak membuahkan hasil, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk meminta bantuan Tim SAR.

Menanggapi laporan darurat tersebut, satu tim rescue langsung diterjunkan ke area perumahan korban meskipun harus menempuh waktu perjalanan yang cukup menyita waktu.

"Kami langsung merespon cepat dengan memberangkatkan 8 orang personel Pos SAR Buleleng menuju lokasi kejadian," imbuh Nyoman Sidakarya, seraya menambahkan bahwa jarak tempuh dari Pos SAR menuju lokasi memakan waktu sekitar satu setengah jam.

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih terus berjuang di lapangan dengan menyisir aliran sungai dari titik awal jatuhnya korban ke arah utara hingga mencapai kawasan Pantai Indah. Sayangnya, tanda-tanda keberadaan korban masih nihil.

Operasi kemanusiaan ini dilakukan secara sinergis dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari personel Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, BPBD Buleleng, Polsek Buleleng, pihak keluarga, hingga masyarakat setempat yang terus memantau situasi di sepanjang bantaran sungai.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru