Operasi Sisir Jalur Laut dan Darat, Tim SAR Gabungan Perluas Radius Pencarian Santriwati yang Hilang di Pantai Pangi

Tim SAR gabungan melakukan penyisiran di sepanjang garis pantai dan menjelajahi perairan hingga radius 3 kilometer dari lokasi kejadian. (Aziz, SRTV)
Tim SAR gabungan melakukan penyisiran di sepanjang garis pantai dan menjelajahi perairan hingga radius 3 kilometer dari lokasi kejadian. (Aziz, SRTV)

BLITAR, SRTV.CO.ID – Tim SAR gabungan dari berbagai unsur terus mengerahkan segala upaya dalam proses pencarian seorang santriwati asal pondok pesantren di Desa Sekoto, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri. 

Korban dilaporkan hilang setelah tergulung ombak saat mengikuti kegiatan luar kelas (outing class) di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar. Hingga hari pertama pasca-kejadian, penyisiran intensif masih terus dilakukan.

"Untuk pencarian hasilnya masih nihil. Bakal dilanjut pada besok, mudah-mudahan ada hasil," ungkap Wahyudi, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar Jumat, (12/6/2026).

Dalam memetakan strategi pencarian pada Jumat pagi hingga sore hari, petugas membagi pergerakan menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). 

"Pasukan pertama difokuskan untuk menyisir jalur perairan menggunakan kapal dan memantau sepanjang garis pinggir pantai." Jelasnya. 

Sementara itu, tim kedua melakukan penyisiran melalui rute darat di atas tebing dan perbukitan sekitar lokasi kejadian untuk mencari tanda-tanda keberadaan korban.

"Untuk jalur laut sampai pada jarak 3 kilometer dari lokasi kejadian. Meski begitu, belum ada tanda-tanda ditemukan,” tutur Wahyudi

Upaya pencarian ini juga melibatkan peran aktif dari para nelayan setempat yang menguasai medan perairan laut selatan. 

Berdasarkan hasil pemetaan, operasi penyelamatan darat dan laut ini telah diperluas hingga radius 3 kilometer ke dua arah mata angin dari titik awal hilangnya korban. 

"Untuk arah barat, tim menyisir hingga Pantai Umbulwaru yang masuk wilayah Desa Sidomulyo, Kecamatan Bakung, sedangkan ke arah timur penyisiran menjangkau kawasan Tambakrejo di Kecamatan Wonotirto." Urai Wahyudi.

Peristiwa kecelakaan laut ini bermula pada Kamis siang ketika rombongan yang terdiri dari 10 santri serta seorang ustadzah pendamping sedang menikmati wisata pantai. Tiga orang santri dilaporkan sempat terhempas ombak besar saat berada di area tebing pantai. 

Dua di antaranya, yakni santri pria berinisial AZ (11) dan santri perempuan berinisial AM (10), berhasil menyelamatkan diri berkat aksi cepat warga dan nelayan. Namun, santriwati berinisial Hr (9) amblas terseret arus ke tengah laut.

Kendati operasi hari pertama ini belum membuahkan hasil, seluruh personel gabungan yang berada di lapangan menegaskan komitmennya untuk tidak patah arang. 

"Sesuai dengan prosedur operasi standar (SOP) penyelamatan darurat, pencarian terhadap korban akan terus dilangsungkan secara berkala selama tujuh hari penuh demi memberikan kepastian bagi pihak keluarga dan pondok pesantren." Pungkas Wahyudi

Editor : SRTVRedaksi