BLITAR, SRTV.CO.ID – Agenda studi wisata luar kelas (outing class) yang awalnya penuh ceria bagi para santriwati salah satu pondok pesantren asal Desa Sekoto, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, berakhir dengan duka mendalam.
Saat tengah menikmati keindahan Pantai Pangi di Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar, tiga orang santri terseret keganasan ombak pantai selatan pada Kamis siang (11/6/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.
“Yang sudah pasti, dua santri selamat dan dibawa ke puskesmas. Sementara 1 santri masih dalam proses pencarian. Ini tim gabungan masih terus menyusuri sekitar lokasi kejadian,” kata Kepala Seksi Humas Polres Blitar, Aiptu Muheni, Jumat (12/6/2026).
Peristiwa tragis ini bermula ketika rombongan pondok pesantren yang terdiri dari 10 santri didampingi ustadzah mereka tiba di Pantai Pangi sekitar pukul 10.30 WIB.
Terpikat oleh keindahan salah satu ikon wisata pantai di Kabupaten Blitar tersebut, para santri pun asyik bermain dan bercengkerama di area tebing pantai tanpa menyadari bahaya yang mengintai.
“Nah, tiba-tiba ada ombak setinggi 2 meter menghantam para santri,” jelas Aiptu Muheni menceritakan detik-detik mencekam tersebut.
Hantaman ombak besar itu langsung menggulung tiga orang santri. Dua di antaranya, yakni Azizul (11) dan seorang santri perempuan bernama Amira (10), berhasil menyelamatkan diri setelah berjuang keras berenang ke tepian dengan dibantu oleh warga setempat dan nelayan yang sigap memberikan pertolongan.
Namun nahas, santriwati ketiga bernama Haira (9) langsung amblas tertelan ombak.
“Dua santri selamat dan dibawa ke puskesmas. 1 masih dicari,” tambah Kasi Humas Polres Blitar.
Hingga saat ini, suasana duka dan tegang masih menyelimuti lokasi kejadian. Petugas gabungan dari unsur Kepolisian, TNI, Tim SAR, hingga BPBD terus dikerahkan untuk menyisir area darat maupun perairan di sekitar Pantai Pangi demi menemukan keberadaan Haira.
“Untuk informasi lebih lanjut akan kami beritahu. Ini masih di lapangan, pencarian,” pungkas Aiptu Muheni.
Editor : SRTVRedaksi