Incar Pemilih Muda 2029, PDI Perjuangan Nganjuk Pasang Kuota 40 Persen Kader Gen Z

Suasana pelaksanaan Musyawarah Ranting (Musran) PDI Perjuangan se-Kabupaten Nganjuk yang digelar serentak pada 25–26 Juli 2026. (Ist/ Mr Boni/SRTV)
Suasana pelaksanaan Musyawarah Ranting (Musran) PDI Perjuangan se-Kabupaten Nganjuk yang digelar serentak pada 25–26 Juli 2026. (Ist/ Mr Boni/SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Nganjuk resmi menggelar Musyawarah Ranting (Musran) secara serentak pada 25–26 Juli 2026. 

Langkah strategis ini menjadi bukti nyata komitmen partai dalam mempercepat regenerasi kepemimpinan serta memperkuat struktur organisasi hingga tingkat akar rumput menyongsong Pemilu 2029.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Nganjuk, Marhaen Djumadi, menegaskan pentingnya keterlibatan generasi muda dan perempuan dalam kepengurusan baru yang kini wajib memenuhi kuota minimal masing-masing 40 persen.

"Mempersiapkan Gen Z serta mempercepat regenerasi kepemimpinan masa akan datang serta untuk memenuhi 40 persen keterwakilan kawula muda di bawah umur 35 tahun khususnya kader-kader muda serta 40 persen kuota perempuan sebagai penguat mesin partai," kata Marhaen. Senin (27/7/2026)

Pelaksanaan Musran di Kecamatan Bagor menjadi pembuka dari rangkaian konsolidasi penataan organisasi ini. Partai tidak hanya sekadar mengisi struktur, melainkan secara aktif menyiapkan kader-kader potensial yang memiliki kapasitas dan keaktifan di berbagai bidang.

Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Bagor, Surya Putra, menyampaikan bahwa keterlibatan anak muda dipersiapkan secara matang agar mampu memimpin partai di masa depan.

"Regenerasi ini kami siapkan sejak sekarang. Kader muda yang masuk merupakan mereka yang memiliki kapasitas dan aktif di berbagai bidang, sehingga diharapkan mampu memperkuat organisasi,” katanya.

Meskipun menumbuhkan minat politik di kalangan generasi muda membutuhkan proses, pihak pengurus terus menggalakkan pembinaan berkelanjutan. 

Langkah ini dipandang sangat vital mengingat komposisi pemilih pada Pemilu 2029 mendatang diprediksi akan didominasi oleh kelompok usia muda.

Menanggapi hal tersebut, Alex, salah satu pengurus partai, menekankan pentingnya pendampingan agar generasi muda memahami peran strategis politik.

"Meningkatkan minat generasi muda terhadap politik membutuhkan proses. Karena itu, pengurus terus melakukan pembinaan agar semakin banyak anak muda memahami pentingnya berorganisasi dan berpartisipasi dalam kehidupan politik," ujar Alex.

Selain menjadi ajang penyegaran struktur, Musran ini dimanfaatkan untuk memperkuat disiplin organisasi dan memperkokoh nilai-nilai ideologi partai. 

Penataan yang solid dari tingkat pusat hingga anak ranting menjadi fondasi utama dalam menghadapi dinamika politik yang terus berkembang.

Marhaen, yang juga menjabat sebagai Bupati Nganjuk, menambahkan bahwa investasi terbaik bagi masa depan organisasi adalah dengan memberikan ruang strategis bagi kader muda.

"Regenerasi merupakan investasi organisasi. Dengan struktur yang solid dari tingkat DPP hingga anak ranting, partai memiliki fondasi kuat untuk menghadapi seluruh agenda politik, termasuk Pemilu 2029,” pungkasnya.

Editor : SRTVRedaksi