JEMBRANA, SRTV.CO.ID — Tim SAR gabungan mengerahkan personel dan alat utama (alut) laut untuk menggelar operasi pencarian dan pertolongan terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang di Perairan Pulukan, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Bali, Kamis (10/9/2026) pagi.
Korban atas nama I Gusti Putu Sugiarta (38) menghilang setelah sampan fiber bertuliskan "RAHAYU" yang ditumpanginya pecah akibat menghantam kayu mengapung di tengah laut.
"Begitu menerima laporan, kami langsung mengerahkan Tim Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana untuk melakukan pencarian terhadap korban," tegas Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya.
Kejadian berawal saat korban melaut bersama dua rekannya, Samsul Hadi (36) dan Neri Mutakin (28). Nahas, benturan keras dengan kayu mengapung membuat sampan mereka rusak parah.
Ketiga nelayan sempat berusaha menyelamatkan diri dengan berpegangan pada pecahan sampan dan terapung-apung selama sekitar 30 menit.
Bantuan akhirnya tiba dari nelayan yang melintas dan berhasil menyelematkan Samsul serta Neri, namun I Gusti Putu Sugiarta sudah tidak terlihat di permukaan air.
"Tim SAR gabungan saat ini masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian dan area yang diperkirakan menjadi lokasi korban terakhir terlihat," ujar I Nyoman Sidakarya mengenai fokus awal pergerakan tim rescue di lapangan.
Laporan musibah ini diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada pukul 11.15 WITA dari anggota Polair Polres Jembrana, Ida Bagus Tripana.
Menindaklanjuti laporan tersebut, sebanyak tujuh personel Pos SAR Jembrana bergerak menuju Teluk Pelabuhan Gilimanuk untuk mengoperasikan Rigid Inflatable Boat (RIB).
Pada sorti pertama, sebanyak lima personel tim SAR gabungan langsung lepas sandar menuju Last Known Position (LKP) korban.
"Pencarian dilakukan dengan mengoptimalkan alut SAR laut dan koordinasi ketat bersama seluruh unsur SAR yang terlibat di lokasi," kata I Nyoman Sidakarya menambahkan.
Hingga pukul 14.40 WITA, Search and Rescue Unit (SRU) laut terus memperluas penyisiran hingga mencapai Perairan Pengambengan.
Penyisiran terus difokuskan pada titik-titik potensial berdasarkan pergerakan arus laut untuk memperbesar peluang ditemukannya korban
Editor : SRTVRedaksi