Lenny Buana Rajai Nilai Selter RSD Nganjuk

Kompetensi atau Lobi Politik? Menanti Ketuk Palu Penguasa untuk Kursi Bos RSD Nganjuk

Reporter : SRTVRedaksi
Gedung RSD Nganjuk, Lenny Buana pimpin klasemen nilai seleksi, publik nanti keputusan akhir siapa pemimpin rumah sakit penyumbang PAD terbesar. ( SRTV)

NGANJUK,SRTV.CO.ID - Perebutan kursi panas untuk posisi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkup Pemerintah Kabupaten Nganjuk akhirnya menemui titik terang.

Panitia Seleksi secara resmi telah mengumumkan nama-nama peserta terbaik yang tertuang dalam surat pengumuman nomor 16/PANSEL/KAB-NGK/2026 yang ditandatangani langsung oleh Ketua Pansel, Anom Surahno.

Berdasarkan Surat Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia perihal Rekomendasi Hasil Selter Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Kabupaten Nganjuk tertanggal 22 Mei 2026, yang kemudian dipublikasikan kepada masyarakat pada Senin, 25 Mei 2026.

Di antara sekian banyak posisi yang diperebutkan, pertempuran yang tidak kalah membara terjadi pada perebutan kursi Direktur Rumah Sakit Daerah Nganjuk. 

Wakil Direktur Pelayanan RSD Nganjuk, Lenny Buana Wuriningtyas, sukses mendominasi persaingan dengan menyabet nilai tertinggi yang mencapai angka 85.78. 

Sementara itu, posisi kedua ditempati oleh Erawati Armayani yang merupakan Dokter Ahli Madya di rumah sakit yang sama dengan perolehan nilai 80.64. 

Adapun posisi ketiga diisi oleh penantang kuat dari luar daerah, yaitu Isbatuhul Qhoirod yang menjabat sebagai Kabid Keperawatan RSUD dr. Soekandar Mojokerto dengan torehan nilai 80.14.

Kini, publik Nganjuk dibuat penasaran mengenai siapakah yang pada akhirnya akan keluar sebagai pemenang lelang jabatan dan resmi menjadi bos baru Badan Layanan Umum Daerah tersebut. 

Jabatan ini tergolong sangat strategis mengingat secara makro pada tahun 2025, pendapatan BLUD tersebut menjadi salah satu penopang utama dalam menyumbang target Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Nganjuk yang dipatok pada angka Rp 545 miliar rupiah, dari total APBD kabupaten yang mencapai Rp 2,55 triliun rupiah ketika itu.

Misteri besar kini membayangi akhir dari proses seleksi ini. Masyarakat masih berspekulasi apakah posisi puncak salah satu badan penyumbang PAD terbesar di Nganjuk tersebut.

Akan posisi iti diduduki oleh peraih nilai tertinggi yang murni berbasis kompetensi, ataukah justru kursi empuk itu akan jatuh ke tangan figur lain yang lihai melakukan serangkaian lobi politik kelas atas di balik layar. 

Kini, semua mata tertuju pada keputusan akhir dan ketuk palu dari sang pemegang kuasa tertinggi di Bumi Anjuk Ladang ini.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru