Diwarnai Tradisi Pecah Kendil dan Lepas Merpati

288 Siswa SMPN 2 Tanjunganom Nganjuk Lulus 100 Persen & Resmi Wisuda

Reporter : Boniman
Prosesi wisuda 288 siswa SMPN 2 Tanjunganom, bukti keberhasilan sekolah mencetak generasi berprestasi dan nerkarakter. (Mr Boni, SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Suasana khidmat bercampur haru menyelimuti lapangan SMP Negeri 2 Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk. Sebanyak 288 siswa-siswi kelas IX secara resmi dinyatakan lulus dan mengikuti prosesi Wisuda serta Pelepasan Tahun Ajaran 2023–2026 Selasa (26/5/2026).

Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Puguh Harnoto, jajaran Forkopimcam Tanjunganom, komite sekolah, Kepala Desa beserta perangkat Desa Malangsari, dewan guru, staf, serta seluruh orang tua/wali murid kelas IX.

"Terimakasih kami sampaikan atas kepercayaan bapak dan ibu orang tua kelas IX selama 3 tahun ini," ungkap Kepala SMPN 2 Tanjunganom, Bambang Nurhaji, saat memberikan sambutan hangatnya di hadapan para hadirin.

Kemeriahan acara sudah terasa sejak awal. Dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, acara kemudian disemarakkan oleh penampilan seni tari khas Nganjuk dan Jawa Timur, paduan suara, hingga pertunjukan silat yang memukau. 

Puncak acara ditandai dengan prosesi wisuda, penyerahan penghargaan, prosesi adat pecah kendil, serta pelepasan dua burung merpati oleh kepala sekolah dan komite sebagai simbol dilepaskannya para siswa untuk terbang meraih cita-cita.

"Kita juga berterimakasih kepada bapak ibu guru SMP Negeri 2 Tanjunganom yang sukses mengantarkan anak didik kita sehingga bisa lulus 100 persen," tandas Bambang, sembari menyampaikan permohonan maaf jika selama 3 tahun pelayanan pendidikan ada hal yang kurang maksimal.

Bambang juga menaruh harapan besar agar setelah lulus, tidak ada satu pun siswa kelas IX yang putus sekolah. Ia sangat berharap para alumni dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, baik di SMA, SMK, MA, maupun sekolah sederajat lainnya.

"Ini penting, karena sepintar apapun seorang anak, jika tidak dibekali dengan akhlaq yang baik dan terpuji, maka hidupnya tidak akan bermanfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain," pesan Kepala Dinas Pendidikan Nganjuk, Puguh Harnoto.

Menutup rangkaian pesan formal, Kepala Sekolah SMPN 2 Tanjunganom kembali mengingatkan peran krusial keluarga dalam masa depan anak. Pendidikan tidak berhenti di bangku sekolah saja, melainkan terus berjalan di lingkungan rumah dan masyarakat.

"Kepada orang tua atau wali murid siswa-siswi kelas IX, mari agar terus mendukung dan mensupport putra-putrinya untuk mewujudkan cita-citanya," pungkas Bambang Nurhaji

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru