KLB Campak di Jember Meluas, DPRD Soroti Krisis Stok Vaksin

Reporter : Angga Juli
Anggota Komisi D DPRD Jember Alfian Andri Wijaya (Angga Juli)

JEMBER,SRTV.CO.ID – Kasus campak  masih menjadi persoalan serius di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Penanganan wabah yang kini telah berstatus kejadian luar biasa (KLB) di 15 kecamatan disebut masih terkendala minimnya ketersediaan vaksin.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Jember periode 2025–2026, terdapat 119 kasus suspek campak yang tersebar di sejumlah wilayah. Dari total tersebut, sebanyak 40 kasus telah dipastikan positif campak setelah melalui pemeriksaan medis.

Pemerintah daerah diperkirakan masih membutuhkan sekitar 20 ribu dosis vaksin campak dan rubella guna menekan risiko penyebaran penyakit yang lebih luas di masyarakat.

Anggota Komisi D DPRD Jember, Alfian Andri Wijaya, mempertanyakan kesiapan pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan vaksin di tengah meningkatnya kasus campak di sejumlah kecamatan.

Menurut Alfian, keterbatasan stok vaksin tidak boleh dibiarkan berlangsung terlalu lama karena dapat memperlambat upaya pengendalian wabah yang saat ini masih terus berkembang.

“Jangan sampai kekurangan vaksin ini menghambat penanganan KLB campak. Pemerintah daerah harus segera mencari langkah konkret agar kebutuhan vaksin bisa terpenuhi,” ujar Alfian, Sabtu (23/5/2026).

Ia menilai percepatan distribusi vaksin menjadi hal mendesak mengingat status KLB campak telah ditetapkan di 15 kecamatan di Kabupaten Jember. Politikus tersebut juga meminta koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah provinsi diperkuat agar kebutuhan imunisasi masyarakat segera terpenuhi.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Jember, Rita Wahyuningsih, menjelaskan kebutuhan vaksin campak dan rubella untuk pelaksanaan imunisasi serentak di seluruh wilayah Jember mencapai sekitar 23.800 dosis.

Namun demikian, keterbatasan stok membuat pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi dalam situasi kejadian luar biasa harus dilakukan secara bertahap.

Rita mengungkapkan, hingga saat ini Dinas Kesehatan Jember baru menerima sekitar 9 ribu dosis vaksin bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Ribuan dosis tersebut kemudian disalurkan ke tiga rumah sakit daerah milik Pemerintah Kabupaten Jember sebagai pusat distribusi layanan imunisasi.

Menurut Rita, program ORI ditargetkan selesai pada Mei 2026 agar penyebaran campak tidak semakin meluas ke wilayah lain.

“Pelaksanaan ORI harus segera dituntaskan supaya penularan campak dapat dikendalikan,” kata Rita.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Jember resmi menetapkan status KLB campak di 15 kecamatan akibat meningkatnya jumlah kasus dalam beberapa bulan terakhir.

Dua wilayah dengan jumlah kasus tertinggi berada di Kecamatan Ledokombo dan Sumberjambe yang letaknya saling berdekatan. Di Kecamatan Ledokombo tercatat 12 kasus suspek campak, dengan 8 kasus di antaranya telah terkonfirmasi positif.

Sementara di Kecamatan Sumberjambe ditemukan 8 kasus suspek campak dan 5 kasus positif berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan.

Pemerintah Kabupaten Jember kini terus melakukan pemantauan dan percepatan imunisasi guna mencegah lonjakan kasus campak dan rubella, terutama pada kelompok anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan terpapar penyakit tersebut.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru