Misi Damai Lintas Agama, 58 Bhante Dunia Tiba di Klenteng Hok Yoe Kiong Nganjuk

Reporter : Ahmad Zaki Mawardi
Suasana prosesi ibadah para Bhante di Klenteng Hok Yoe Kiong Sukomoro (SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Suasana khidmat dan penuh toleransi menyelimuti Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Hok Yoe Kiong Sukomoro, Nganjuk. Sebanyak 58 Bhante (biksu) dari berbagai negara tiba di Nganjuk dalam rangkaian aksi jalan kaki religius bertajuk Indonesian Walk For Peace 2026.

Kedatangan para Bhante ini dikawal ketat oleh berbagai elemen masyarakat sebagai bentuk nyata indahnya keberagaman di Indonesia.

Ketua Panitia Indonesian Walk For Peace 2026 Nganjuk, Roy Sugiarto, menjelaskan bahwa aksi ini membawa pesan perdamaian yang sangat kuat ke panggung dunia.

"Hari ini kita mengawal para biksu, para Bhante dari Klenteng Boen Bio menuju ke Nganjuk dengan temanya Indonesia World for Peace, di mana hari-hari ini di dunia luar negara-negara lagi berperang, tapi di Indonesia semua dari lintas agama, lintas organisasi, tidak memandang suku dan ras, semuanya bergabung menyukseskan acara ini," ujar Roy saat ditemui di lokasi.

Roy Sugiarto, Ketua Panitia Indonesian Walk For Peace 2026 Nganjuk (SRTV)

Para Bhante yang mengikuti aksi jalan kaki ini datang dari empat negara di Asia Tenggara, yaitu Thailand, Laos, Malaysia, dan Indonesia. Dari total 58 Bhante yang hadir, mayoritas merupakan rohaniwan dari luar negeri, sementara sebagian lainnya adalah Bhante yang memang berdomisili di tanah air.

Mengenai komposisi para peserta, Roy Sugiarto merincikan bahwa rombongan ini terdiri dari perpaduan biksu lokal dan internasional.

"Dari Indonesia ada tiga. 50 Bhante dari luar negeri, 5 Bhante luar negeri yang sudah ada di Indonesia, dan 3 Bhante dari Indonesia," urainya menambahkan.

Perjalanan jauh yang ditempuh dengan berjalan kaki tentu menguras fisik para Bhante. Setibanya di Klenteng Sukomoro, tim panitia langsung bergerak cepat memberikan perawatan intensif. 

Sebanyak 9 orang tim medis dan 10 orang tim pijat dikerahkan untuk memeriksa kondisi fisik, terutama bagian kaki para Bhante yang mengalami luka akibat rute panjang yang mereka lalui.

Suasana prosesi ibadah para Bhante di Klenteng Hok Yoe Kiong Sukomoro (SRTV)

Pihak panitia memastikan pelayanan medis diberikan secara maksimal agar para Bhante bisa segera memulihkan stamina mereka.

"Ini lagi bekerja semua untuk kaki-kaki Bhante yang ada yang terkena paku dan lain-lain, ini lagi kita rawat semua. Kita usahakan semaksimal mungkin" tutur Roy mengenai kondisi kesehatan para biksu.

Setelah transit dan beristirahat di Nganjuk, rombongan dijadwalkan akan melanjutkan perjalanan spiritual mereka menuju titik akhir. Rute long march ini akan resmi berakhir di Magelang, Jawa Tengah, tepat pada tanggal 28 Mei mendatang untuk merayakan puncak Hari Raya Waisak di Candi Borobudur.

Sebelum meninggalkan Nganjuk, para Bhante diagendakan untuk mengikuti prosesi pelepasan resmi yang melibatkan jajaran pemerintah daerah dan tokoh masyarakat setempat.

"Besok di hari Kamis tanggal 21 Mei, kita akan berangkat dari Klenteng Sukomoro menuju ke pendopo untuk pelepasan oleh Bapak Bupati dan jajaran," pungkas Roy.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru