Tinjau Proyek Street Food Kartini-Gatot Subroto, Bupati Jember Gus Fawait: Progres Pembangunan Baru Capai 30 Persen

Reporter : Angga Juli
Bupati Jember Gus Fawait saat melakukan peninjauan lokasi proyek

JEMBER,SRTV.CO.ID - Bupati Jember Muhammad Fawait memastikan langsung proses pembangunan kawasan street food di sepanjang jalan Kartini dan Gatot Subroto, pada Selasa 19 Maret 2026 malam.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan progres penataan kawasan kuliner tersebut berjalan sesuai konsep yang telah dirancang Pemerintah Kabupaten Jember.

Dalam keterangannya, Gus Fawait mengungkapkan pembangunan kawasan kuliner malam itu masih jauh dari kata rampung. Hingga saat ini, progres pengerjaan diperkirakan baru berada di kisaran 25 hingga 30 persen.

“Kalau disebut selesai masih jauh. Saat ini progresnya baru sekitar 25 sampai 30 persen,” kata Gus Fawait, Rabu (20/5/2026).

Menurut dia, sejumlah elemen utama yang menjadi identitas kawasan street food belum sepenuhnya terpasang. Beberapa di antaranya meliputi lampu dekoratif, gerobak tematik pedagang, hingga berbagai ornamen pendukung suasana kawasan wisata malam tersebut.

“Lampu-lampunya masih belum lengkap, gerobaknya juga belum datang. Nanti konsepnya akan menggabungkan nuansa Nusantara dan internasional,” ujarnya.

Pantauan di lokasi menunjukkan penataan kawasan mulai terlihat di jalur pedestrian. Pemerintah daerah mulai memasang paving block dan menyiapkan instalasi lampu hias berwarna merah serta kuning dengan desain melengkung untuk memperkuat suasana kawasan kuliner modern.

Salah satu titik yang menjadi perhatian khusus berada di depan Gereja Katolik Paroki Santo Yusuf Jember. Pemkab Jember memastikan area tersebut tidak akan dipenuhi pedagang kaki lima demi menjaga kenyamanan dan estetika lingkungan sekitar rumah ibadah.

“Di area depan gereja tidak akan ada PKL. Kami siapkan tempat duduk santai agar kawasan tetap nyaman, tertata, dan enak dipandang,” tutur Fawait.

Ia menambahkan, kawasan di sekitar gereja nantinya akan mengusung konsep bergaya Eropa klasik. Penyesuaian tema dilakukan agar selaras dengan karakter bangunan dan atmosfer lingkungan setempat.

“Nanti mulai dari pertigaan sampai area sana konsepnya bernuansa Eropa klasik. Desain gerobaknya juga akan mengikuti tema tersebut,” jelasnya.

Selain fokus pada pembangunan fisik, Pemerintah Kabupaten Jember juga membuka partisipasi publik untuk menentukan nama kawasan street food tersebut. Masyarakat dipersilakan mengajukan ide kreatif sebelum kawasan itu resmi dibuka untuk umum.

“Silakan masyarakat memberikan usulan nama yang menarik. Tapi jangan marah kalau usulannya nanti tidak dipilih,” canda Fawait.

Kawasan street food Jalan Kartini hingga Jalan Gatot Subroto itu diproyeksikan menjadi pusat pengembangan UMKM sekaligus destinasi wisata malam baru di Kabupaten Jember. 

Pemerintah daerah menargetkan kawasan tersebut hadir dengan konsep modern, tertata rapi, dan mampu menarik minat wisatawan maupun warga lokal.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru