Air Bendungan Flushing Membawa Petaka

Tim SAR Gabungan Sisir Sungai Brantas Cari Warga Blitar yang Hanyut

Reporter : Ahmad Zaki Mawardi
Tim SAR gabungan mengerahkan perahu karet untuk menyisir aliran Sungai Brantas mencari korban hanyut akibat flushing penggelontoran air bendungan. (Dok. SAR Surabaya)

BLITAR, SRTV.CO.ID – Upaya pencarian terhadap Isnaini (50), warga Dusun Dawuhan, Desa Pagerwojo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, yang dilaporkan tenggelam di Sungai Brantas, Desa Satreyan, Kecamatan Kanigoro, terus diintensifkan oleh Tim SAR gabungan. Korban hanyut setelah arus sungai mendadak deras usai aktivitas flushing bendungan.

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P.H., selaku SMC mengatakan bahwa upaya pencarian korban telah dilakukan tim SAR gabungan sejak hari pertama operasi SAR, pada Senin (18/5/2026) malam setelah menerima laporan kejadian.

"Begitu menerima laporan, kami mengerahkan satu tim rescue dari Unit Siaga SAR Malang Raya untuk membantu pencarian bersama unsur potensi SAR lainnya," ujar Nanang Selasa (19/5/2026).

Memasuki hari kedua operasi SAR, fokus pencarian diperluas. Tim SAR gabungan mengerahkan dua SRU (Search and Rescue Unit) air untuk menyisir aliran sungai Brantas menggunakan perahu karet serta sejumlah peralatan water rescue canggih. 

Tim SAR gabungan mengerahkan perahu karet untuk menyisir aliran Sungai Brantas mencari korban hanyut akibat flushing penggelontoran air bendungan. (Dok. SAR Surabaya)

Penyisiran dilakukan dari lokasi awal korban dilaporkan tenggelam hingga mencapai daerah Bendungan Serut, dengan jarak tempuh sekitar 4,6 kilometer.

Dalam proses pencarian tersebut, kedua SRU air melakukan manuver perahu karet di sejumlah titik yang dicurigai.

"Manuver dilakukan untuk menimbulkan gelombang air guna mengangkat benda-benda di dasar sungai, termasuk korban yang diduga masih berada di aliran sungai," jelas pihak SAR terkait taktik pencarian di lapangan.

Selain penyisiran melalui jalur air, tim SAR gabungan juga mengerahkan SRU darat untuk melakukan pemantauan di sejumlah titik di sepanjang bantaran sungai. 

"Selain penyisiran anggota juga turut menyebarkan informasi kepada warga yang beraktivitas di sekitar sungai agar segera melapor apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban." Ungkap Sigit.

Operasi kemanusiaan berskala besar ini melibatkan berbagai unsur, diantaranya tim rescue Unit Siaga SAR Malang Raya, BPBD Kabupaten Blitar, RESOB, Polsek Kanigoro, 

Tim SAR gabungan mengerahkan perahu karet untuk menyisir aliran Sungai Brantas mencari korban hanyut akibat flushing penggelontoran air bendungan. (Dok. SAR Surabaya)

Koramil Kanigoro dan Surojayan, IPNU Kabupaten Blitar, Banser Husada, SAR Independen, PSR, PMI, RAPI, ORARI, Agen Bencana BPBD Prov Jatim, serta warga sekitar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula ketika korban bersama sejumlah warga mencari ikan di tepi Sungai Brantas pada Senin siang. 

Aktivitas yang awalnya biasa dilakukan warga ini berubah petaka setelah PLTU Jegu Wlingi Raya melaksanakan proses flushing atau penggelontoran lumpur bendungan.

"Di tengah aktivitas itu, arus sungai mendadak menjadi sangat deras dan menghanyutkan beberapa orang yang mencari ikan, termasuk korban," kata Sigit.

Beruntung, dua warga lain yakni Badi dan Yasmani yang sempat ikut terbawa arus, berhasil diselamatkan oleh warga sekitar yang sigap menolong. 

Namun naas, Isnaini langsung hilang tertelan arus deras. Hingga berita ini diunggah, tim SAR gabungan masih terus berjuang di lapangan dan melanjutkan upaya pencarian di sepanjang aliran Sungai Brantas.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru