oleh

424 Calon Pendekar PSHT Ranting Bagor adakan Ritual Dengan Ayam Pemeliharaan

Bagor .calon anggota psht ranting bagor adakan tes ayam,yaitu biasanya untuk mengetahui sifat seseorang harus melalui tes psikolagi, namun Perguruan Pencak Silat PSHT memiliki cara yang unik untuk melihat karakter pesilatnya, yakni dengan media ayam jago yang selama ini dipelihara beberapa tahun.kemarin selasa (18/08/2020)

Pagi hingga siang mendadak gaduh seperti layaknya pasar ayam. Sekitar ratusan ayam jago kluruk (berkokok) saling bersautan. Bahkan beberapa diantaranya terlibat pertarungan. Namun dengan cekatan para pemilik ayam yang mengenakan seragam pencak silat berwana hitam-hitam berupaya untuk menenangkannya sambil mengelus elus badan maupun kepala si ayam.

Ternyata para pesilat dari perguruan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) tengah mengikuti kegiatan tes ayam jago yang digelar oleh PSHT ranting bagor dan diikuti oleh 424 peserta sambil membawa unggas dengan nama latin gallus gallus domesticus itu.

Dengan tertib mereka antri bergiliran dipanggil satu persatu menghadap pendekar tingkat dua untuk melakukan semacam interview di salah satu gedung kampus. Saat itu ada sekitar lima pendekar tingkat dua yang tengah berdialog dengan para pesilat sambil membawa ayamnya.
Selain berdialog, pendekar tingkat dua itu juga memeriksa ayam yang dibawah oleh pesilat, kemudian ayam itu dilepas keatas hingga mendarat kembali dan membiarkan ayam berwana hitam kombinasi merah berjalan disekitar pemiliknya. Bahkan ada salah satu ayam yang malah berani naik kembali ke tempat duduk pendekar tingkat dua.

Menurut Dewan penasehat Bpk Suharsono Cabang PSHT Nganjuk , ritual ini sebagai syarat untuk mengikuti pengesahan keluarga PSHT. ?Mereka sudah berlatih di perguruan selama hampir dua tahun mulai sabuk hitam hingga sabuk putih kecil. Nah ritual itu untuk mengesahkan mereka diterima sebagai keluarga besar PSHT,?

Menariknya, ayam jago itu sudah dipelihara sejak masih kecil kemudian dirawat hingga menjelma menjadi ayam yang kuat dan sehat. ?Bahkan saat membeli anak ayam itu juga tidak boleh ditawar, jadi begitu penjual menetapkan harga langsung dibeli,? kata Aliadi.

Saat ayam dibawa dan dihadapan ke pendekar kelas dua kondisinya juga harus sehat tanpa cacat. ?Dari ayam itu kita bisa mengetahui sifat maupun karakter pemiliknya. Ada ayam saat dilepas dia menyerang, ada juga yang diam. Bahkan ada yang tidak begitu peduli dengan lingkungan. Nah kondisi ini mencerminkan karakter pemiliknya. Tugas kami (pendekar tingkat dua) wajib memberi wejangan kepada pemiliknya . duky

News Feed