Begini Gerdal Dispertan Nganjuk, Mengatasi Serangan Penyakit Kresek dan Blas

Nganjuk, SRTV.CO.ID – Serangan penyakit kresek atau Hawar Daun Bakteri (HDB) dan Blas yang mengancam tanaman padi kini mendapatkan tanggapan cepat dari Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, melalui Gerakan Pengendalian (Gerdal) Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).

“Kita tidak bisa menunggu penyakit menyebar luas sebelum bertindak, gerakan pengendalian ini bertujuan memutus siklus perkembangan hama kresek atau hawar sain bakteri dan Blas, sehingga kerugian hasil panen dapat dicegah dan produktivitas padi di Nganjuk tetap terjaga,” ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Ida Shobihatin, Rabu (4/2/2026)

Kegiatan yang berlangsung di lahan pertanian Kelompok Tani Lohjinawi, Desa Jetis, Kecamatan Pace ini, fokus pada tanaman padi varietas Logawa berumur 40–50 Hari Setelah Tanam (HST), hamparan lahan yang diperiksa mencapai 30 hektare, dengan ditemukan serangan OPT pada area seluas 0,6 hektare dan intensitas serangan 9,7 persen.

“Angka ini, menjadi dasar untuk segera mengambil tindakan pengendalian pada area seluas 4 hektare sebelum kondisi memburuk” jelas Ida

Pengendalian, sambung Ida, dilakukan menggunakan bakterisida dan fungisida Nordox dengan bahan aktif tembaga oksida, aplikasi diberikan dengan dosis 3 gram per 1 liter air, sesuai dengan rekomendasi teknis untuk memastikan efektivitas dalam menekan perkembangan patogen Xanthomonas oryzae penyebab HDB dan Magnaporthe oryzae penyebab Blas, tanpa memberikan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar.

Menurut Ida, peran aktif petani menjadi kunci dalam keberhasilan pengendalian OPT. “Kami mengimbau seluruh petani untuk rutin melakukan pemantauan di lahan masing-masing, jika menemukan gejala serangan seperti bercak coklat pada daun atau bagian tanaman yang membusuk, segera laporkan ke dinas atau penyuluh pertanian agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terpadu,” tambahnya.

Dengan pelaksanaan GERDAL yang terencana dan kolaborasi antara pemerintah dan petani, Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk menunjukkan komitmen yang kuat dalam menjaga kesehatan tanaman padi; langkah ini diharapkan tidak hanya melindungi hasil panen saat ini, tetapi juga mendukung ketahanan pangan daerah yang berkelanjutan untuk masa depan.

Reporter. : Inna Dwi Fatimah
Editor. : Tim Redaksi SRTV

Exit mobile version