Berita  

Potret Keteguhan Hidup Warga Kediri, Didik Jalani Dua Pekerjaan sebagai Driver dan Satpam

Didik (Bidu)

KEDIRI, SRTV.CO.ID — Saat sebagian besar warga Kota Kediri masih terlelap di pagi hari, Didik sudah memulai aktivitasnya. Warga Kecamatan Mojoroto ini menjalani dua profesi dalam sehari: sebagai pengemudi pada siang hari dan penjaga rumah kos pada malam hari.

Sejak pagi hingga petang, Didik berkeliling kota dengan sepeda motornya, menghadapi panas terik, hujan, serta padatnya arus lalu lintas. Pekerjaan tersebut dijalaninya untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Namun, ketika aktivitas kota mulai mereda, ia belum selesai bekerja.

Pada malam hari, Didik berganti peran menjadi satpam rumah kos di Kecamatan Pesantren. Mulai pukul 21.00 WIB hingga menjelang pagi, ia bertugas menjaga keamanan lingkungan tempat tinggal para penyewa. Dua pekerjaan itu dijalaninya secara berkelanjutan demi menjaga stabilitas ekonomi keluarga.

Capek itu pasti, tapi kebutuhan keluarga tidak bisa ditunda. Anak-anak tetap harus sekolah, dan rumah tangga harus tetap berjalan,” ujar Didik, Jumat (9/1/2026).

Tekanan ekonomi yang semakin terasa mendorongnya untuk memaksimalkan waktu dan tenaga. Waktu istirahat menjadi terbatas, namun Didik mengaku tidak memiliki banyak pilihan selain tetap bertahan. Ia memilih bekerja lebih keras daripada mengeluh terhadap keadaan.

Menurutnya, selama pekerjaan yang dijalani bersifat halal dan tidak merugikan orang lain, tidak ada alasan untuk merasa rendah diri. “Saya bangga dengan pekerjaan saya. Yang penting jujur dan bisa mencukupi kebutuhan keluarga,” katanya.

Kisah Didik menjadi potret kehidupan sebagian pekerja di Kota Kediri yang berjuang dalam diam. Mereka mungkin jarang mendapat sorotan, namun perannya penting dalam menjaga roda kehidupan kota tetap berputar.

Di tengah dinamika pembangunan dan aktivitas perkotaan yang terus bergerak, keteguhan Didik mencerminkan semangat pekerja keras—bahwa harapan kerap tumbuh dari kerja tanpa henti, ketulusan, dan komitmen untuk terus melangkah demi masa depan keluarga.*

Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: AMS

Exit mobile version