KEDIRI, SRTV.CO.ID — Pencabutan pagar pembatas di kawasan Jalan Stasiun Kota Kediri pada malam hari memicu perhatian masyarakat. Pasalnya, pagar tersebut baru dipasang beberapa jam sebelumnya sebagai bagian dari uji coba penataan kawasan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, pemasangan pagar dilakukan pada Kamis (8/1/2026) sekitar pukul 14.09 WIB. Namun, pada hari yang sama sekitar pukul 22.00 WIB, pagar pembatas tersebut kembali dilepas. Perubahan dalam waktu singkat itu memunculkan beragam spekulasi di kalangan warga.
Pemerintah Kota Kediri menjelaskan, pemasangan pagar merupakan bagian dari skema awal uji coba penataan Jalan Stasiun. Seiring pelaksanaan di lapangan, dilakukan evaluasi cepat dengan mempertimbangkan masukan dari masyarakat sekitar sehingga pengaturan kawasan disesuaikan.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri, Arif Cholisudin, menegaskan bahwa dinamika tersebut merupakan hal yang wajar dalam tahapan uji coba. Ia menyebut konsep penataan dibuat fleksibel agar dapat menyesuaikan kondisi lapangan dan aspirasi warga.
“Ini masih tahap uji coba, sehingga sangat memungkinkan dilakukan penyesuaian. Setelah menerima masukan warga yang menginginkan kawasan tetap rapi namun tidak kaku, pagar pembatas kami lepas sementara. Selanjutnya akan terus kami evaluasi,” ujar Arif, Jumat (9/1/2026).
Sementara itu, respons warga cenderung positif. Ketua RW 07, Mujianto, menilai pencabutan pagar pembatas merupakan langkah tepat demi menjaga kenyamanan serta estetika kawasan Jalan Stasiun.
“Menurut saya memang tidak perlu ada pagar pembatas. Kawasan jadi terlihat lebih bersih dan nyaman. Karena ini masih uji coba dan belum ada keputusan final, sebaiknya pengaturannya tidak terlalu kaku,” katanya.
Mujianto juga mengusulkan pendekatan yang lebih humanis dalam pengelolaan kawasan. Ia menilai peran juru parkir dapat dioptimalkan untuk membantu mengatur kendaraan warga yang berhenti sementara, baik untuk keperluan berbelanja maupun menjemput penumpang kereta api.*
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: AMS
