24 Milyar Proyek Pasar Kertosono di Sidak DPRD Nganjuk – srtv.co.id

banner 468x60

Sidak Dewan Temukan Sejumlah Pelanggaran

srtv.co.id Nganjuk | Pasca dilantik Anggota DPRD Nganjuk dari Komisi C tancap gas melakukan sidak ke proyek pembangunan Pasar Kertosono Nganjuk yang menyerab anggaran APBD senilai hampir Rp 24 miliar.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Hasil sidak, DPRD menemukan banyaknya pelanggaran dalam pembangunan, serta terindikasi proses lelang proyek sudah di setting kemenangannya pada satu rekanan. Konsultan proyek sama dengan proyek pembangunan Pasar Wage Nganjuk, dan nilai HPS hanya turun 2 persen saja dari nilai pokok lelang.

Sejumlah anggota DPRD Nganjuk dari Komisi C melakukan sidak ke proyek pembangunan Pasar Kertosono Nganjuk. Sidak dilakukan menyusul adanya keluhan dari warga terkait debu akibat pembatas proyek yang tak standart.

Dari hasil sidak, DPRD menemukan adanya sejumlah kejanggalan, diantaranya, pelaksana proyek dari PT Konstruksi Indonesia Mandiri itu tidak memasang papan proyek dan tidak ada ijin amdal.

Di samping itu, yang lebih ironis, dari hasil pemeriksaan mendalam yang dilakukan oleh anggota Dewan, pihak dewan menduga ada skenario jahat antara Dinas Pekerjaan Umum Nganjuk dengan salah satu kontraktor atau pelaksana proyek, dimana lelang sudah di setting sedemikian rupa guna memenangkan satu rekanan.

“Itu terindikasi dari nilai HPS yang turun dari harga pokok satuan (HPS) lelang pembangunan sebesar Rp 24,375 miliar dan turun sangat sedikit yaitu hanya 2 persen saja dari harga HPS lelang, atau sebesar Rp 23,521 miliar,” ungkap Fauzi Irwana, Wakil Ketua Komisi C DPRD Nganjuk.

“Masalah Tersebut menandakan ada space atau sisa uang pekerjaan yang cukup Fantastis yang bisa dibuat Ambeng oleh oknum tertentu. Seharusnya turunnya nilai HPS lelang berkisar antara 10 hingga 15 persen saja,” lanjutnya.

Di samping itu, dana Rp 24 miliar yang dialokasikan oleh DPRD untuk pembangunan pasar hingga finishing 100 persen. Namun kenyataannya, Rp 24 miliar hanya untuk pembuatan tiang pancang dan tembok lantai saja, dan konsultan proyek sama dengan konsultan proyek pembangunan Pasar Wage Nganjuk.

Ia meminta kepada pemenang lelang agar secepatnya memperbaiki kesalahan dalam pelaksanaan proyek, dan meminta agar pihak dinas terkait bisa lebih hati – hati dengan proses lelang yang menggunakan anggaran negera.

Jika nanti tetap ditemukan adanya pelanggaran, maka pihak dewan akan segera melaporkan kasus tersebut ke penegak hukum.

Reporter : Samsul Arifin

Editor : Pakde Kamto

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *