Harga cabai melambung, ibu ibu minati cabai murah di jual operasi pasar murni TPID Kota Kediri

banner 468x60

srtv.co.id Kediri – Harga cabe melambung, Tim Pengendali Inflansi Daerah Kota Kediri Jawa Timur Senin (15/7) Siang menggelar Operasi Pasar Murni. Operasi pasar murni serentak dilaksanakan terpisah di tiga lokasi, diantaranya di jalan Raya Lingkar Taman Sekartaji, di depan Taman Makam Pahlawan dan di area lapangan Gajah Mada Kecamatan Pesantren Kota Kediri.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Jika dibandingkan Harga dipasar Tradisonal, komoditas cabe yang di jual di Operasi pasar murni lebih murah, per kilo hanya Rp 48 ribu. Sementara harga cabe dipasar saat ini, semakin naik tembus Rp 60 ribu perkilo. Warga yang mendapat informasi terkait penjualan cabe murah, berbondong bondong segera mendatangi operasi pasar murni.

Dalam operasi pasar murni kali ini, Tim Pengendali Inflansi Daerah tidak hanya menjual komoditas cabe melainkan juga kebutuhan pokok lainya seperti beras, gula, minyak, telur dan terigu.

Dari beberapa varian yang dijual, komoditas cabe menjadi perioritas pilihan utama yang paling diminati oleh ibu rumah tangga. Menurut keterangan Wakil Kepala Sub Drive Bulog (Badan Urusan Logistik) Kediri Deni kurniawan operasi pasar murni yang dilaksanakan pada hari ini merupakan tindak lanjut dari Rapat TPID. Bulog kemudian menindak lanjutinya dengan pelaksanaan operasi pasar murni.

Penjulan kali ini lebih difokuskan pada komoditas cabe yang harganya terus merangkak naik. ” Kita Fokusnya di cabe sekarang, cabe sampai ada harga Rp 60 rb. Jadi kita jual cabe rawit Rp 48 per kg disini. ” Terangnya.

Pasokan cabe ini didapat dari Bank Indonesia, diambil langsung dari klaster petani binaan. Setiap titik satu tempat operasi pasar, mendapat jatah droping 10 kilo gram cabe.
” Kita dapat drop dari Bank Indonesia, disini pagi ini di drop 10 kg. Kalau titik lain saya kurang tahu. Karena kordinatornya untuk cabai itu Bank Indonesia. ” Urainya.

Pelaksanaan operasi pasar murni ini rencananya akan terus diintensifkan hingga nantinya diharapkan mampu menekan harga cabe dipasaran.

Karena tingginya permintaan masyarakat terhadap komoditas jenis cabe, pihak TPID terpaksa memberikan batasan pembelian kepada konsumen. Setiap konsumen diperkenankan hanya membeli maksimal 1 kilo gram. Kenaikan harga cabe puncaknya terjadi sekitar dua minggu lalu.

Faktor Kenaikan harga cabe tidak lepas dari pengaruh musim kemarau sekarang ini. Dampaknya berpengaruh terhadap lambanya pertumbuhan tanaman cabe, sehingga hasil produksi turun.
” Puncaknya di dua minggu yang lalu, Kalau saya diskusi dengan petani itu, musim kering paceklik. ” Ungkapnya.

Karena jumlah ketersediaan cabe yang dibawah hanya 10 kilo, hal ini tidak sebanding dengan ekspetasi masyarakat yang cukup tinggi terhadap kebutuhan cabe. Akibatnya ada sejumlah konsumen yang terpaksa harus pulang lantaran tidak kebagian pembelian cabe.

Ditambahkan Deni Kurniawan, agar penjualan cabai terdistribusi merata ke konsumen, pihaknya akan mengurangi jatah maksimum pembelian. Misalnya jika sebelumnya konsumen diijinkan membeli cabai dalam jumlah satu kilo gram nantinya akan dikurangi menjadi setengah kilo atau seperempat kilo gram saja.

Reporter : Pendri S
Editor : Aji

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.