Tanggapan Ketua DPRD Pacitan Maraknya Perceraian – srtv.co.id

banner 468x60

Kalau Bicara Perceraian Ayolah Secara Kolektif.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

srtv.co.id Pacitan Tanggapi Statemen Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pacitan Ronny Wahyono pada srtv.co.id pada Hari Senin (13/5), atas maraknya Perceraian, agar Pengadilan Agaman, Kemenag (melaluai lembaga pendidikan) Lembaga Vertikal yang lain, dapat memberikan Sosialisai Iman dan Taqwa kepada Pasangan yang baru menikah serta pasangan pernikahan dini.

Menanggapi hal demikian Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Pacitan mengatakan, bahwa pihaknya lebih jauh sudah menjalankan apa yang disampaikan Ketua DPRD Tersebut.

“Kami ini lebih jauh, jadi kami baik dimadrasah sudah menyampaikan pesan-pesan moral seperti itu, kemudian yang berikutnya ketika pengajian-pengajian juga sudah menyampaikan”katanya. Kamis. (16/5).

Lebih lanjut Nurul Huda menilai meski Kabupaten Pacitan terlihat Adem Ayem Tentrem, ia menyampaikan Pacitan lebih tinggi Kasus Perceraian yang terjadi dari pada Kabupaten Madiun.

“kita juga kemarin mempunyai Pogram Binwin (Bimbingan Perkawinan), meskipun Pacitan ini kelihatannya adem ayem Tentrem namun perceraian yang ada ini termasuk lebih tinggi dari pada Kabupaten Madiun.”ungkapnya

Salain itu Nurul Huda mengajak dalam menyelesaikannya agar secara Kolektif, Artinya seluruh lembaga ikut berperan melihat situasi dan kondisi pacitan saat ini.

“Kalau kita ini berbicara perceraian ayolah secara kolektif, maksudnya adalah kebaikan itu tidak boleh disangga satu orang atau satu lembaga, tapi harus dibuat secara kolektif situasi dan kondisi seperti ini satu pacitan tidak bisa di sangga satu lembaga, ayok bareng-bareng, kami yang dikementerian Agama siap 24 Jam siap untuk memberikan pencerahan dan lain sebagainya”tegasnya.

Tak hanya itu dia juga menilai paling menonjol akibat banyaknya perceraian Wilayah Kabupaten Pacitan. Tidak lain adalah adanya Home Stay yang menurutnya tempat melakukan hubungan suami istri diluar nikah.

“Yang mengerikan itu, banyaknya sebuah perceraian itu karena mohon maaf bukan berrti saya tidak sepakat adanya Home Stay, itu paling yang paling menonjol.”tambah Nurul Huda.

Lanjut Huda menyampaikan “Bukan berarti membuat home stay itu tidak baik tapi bagaiman aturan yang disitu, siapa yang tidur disitu, aturannya jelas, lha ini saya mendapatkan informasi-informasi yang banyak yang masuk kepada kita sudah luar biasa.”pungkasnya.

Reporter : Rojihan

Editor : Bagus Jatikusumo

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.