JOMBANG, SRTV.CO.ID – Kasus pembuangan bayi perempuan yang sempat menggegerkan warga Dusun Beji, Desa Sawiji, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, akhirnya mulai menemui titik terang.
Aparat kepolisian bergerak cepat dan kini telah berhasil mengantongi identitas pasangan muda yang diduga kuat merupakan orang tua kandung dari bayi malang tersebut.
"Begitu bayi ditemukan di teras rumah warga, kami langsung melakukan penyelidikan sekaligus berkoordinasi dengan Puskesmas Mayangan untuk penanganan bayinya,” ujar Kapolsek Jogoroto, AKP M. Djulan, Senin (18/5/2026)
Beruntung, bayi berjenis kelamin perempuan yang dievakuasi ke Puskesmas Mayangan tersebut dilaporkan dalam kondisi sehat walafiat. Sejak awal penemuan pada Senin dini hari, polisi memang menaruh kecurigaan bahwa sang ibu masih berada tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP).
“Biasanya perempuan yang baru melahirkan masih terlihat lemah. Karena itu tadi malam kami langsung melakukan penelusuran untuk mencari identitas ibunya,” kata Djulan menambahkan.
Penyelidikan intensif itu pun membuahkan hasil manis setelah polisi mendapati petunjuk berharga mengenai asal-usul kedua orang tua bayi. Sang ibu diketahui merupakan warga Kecamatan Sumobito, sedangkan sang ayah berasal dari Kecamatan Mojoagung. Proses persalinan diduga kuat dilakukan secara mandiri tanpa bantuan tenaga medis.
“Bayi dilahirkan oleh perempuan dan laki-lakinya sendiri di wilayah Sumobito, kemudian dibuang di Jogoroto,” terang Djulan mengungkap kronologi kejadian.
Drama pelarian pasangan muda ini tampaknya tidak bertahan lama. Tak lama setelah kabar penemuan bayi itu viral di jagat maya dan memicu kegemparan warga, sang ibu justru tak tahan dan nekat kembali mendatangi lokasi penemuan, hingga akhirnya menyusul sang buah hati ke pusat kesehatan.
“Sekarang ibunya sudah berada di Puskesmas Mayangan,” imbuhnya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus mendalami motif utama yang melatarbelakangi aksi nekat sejoli tersebut sampai tega menelantarkan darah daging mereka sendiri. Polisi juga masih berhati-hati dalam menentukan langkah hukum selanjutnya.
“Kalau pembuangan bayi tentu ada unsur pidananya. Tetapi untuk langkah berikutnya kami masih menunggu perkembangan dan arahan pimpinan,” jelas Djulan.
Di sisi lain, fakta mengejutkan terungkap dari hasil pemeriksaan sementara, di mana kehamilan sang ibu ternyata rapi tersimpan tanpa diketahui oleh keluarga maupun tetangga sekitar. Hal ini lantaran aktivitas harian sang ibu yang dikenal sangat padat dengan kegiatan positif.
"Menurut pengakuannya, selama hamil tidak diketahui. Informasinya sekolah dari pagi sampai sore, setelah itu mengaji,” pungkas Djulan menutup keterangan.
Editor : SRTVRedaksi