NGANJUK, SRTV.CO.ID – Warga Lingkungan Ngotok, Kelurahan Werungotok, Kecamatan/Kabupaten Nganjuk mendadak geger. Seorang petani berinisial D (62) ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di lahan sawah miliknya sendiri setelah sempat dilaporkan hilang semalaman saat berpamitan untuk mengairi sawah.
Kapolsek Nganjuk Kota, Kompol Jumari, membenarkan kejadian tersebut dan menjelaskan bahwa jasad korban pertama kali dievakuasi oleh pihak keluarga pada Minggu pagi setelah dilakukan pencarian ke berbagai tempat.
"Jenazah korban pertama kali ditemukan pada Minggu (17/5/2026) sekitar pukul 06.30 WIB," ujar Kompol Jumari saat dikonfirmasi mengenai penemuan jasad petani tersebut.
Berdasarkan kronologi kejadian, korban diketahui meninggalkan rumah sejak Sabtu pagi. Namun, hingga petang dan malam hari, pria paruh baya tersebut tidak kunjung kembali ke rumah, yang akhirnya memicu kekhawatiran mendalam dari pihak keluarga.
"Bermula pada hari Sabtu tanggal 16 Mei 2026 sekitar jam 07.00 WIB, korban pamit kepada istri dan anaknya pergi ke sawah untuk mengairi sawah, namun sampai sore hari dan malam korban tidak pulang ke rumah," jelas Kompol Jumari.
Rasa cemas yang tak terbendung membuat keluarga memutuskan untuk menyisir area persawahan yang digarap korban pada keesokan harinya. Isak tangis pun pecah saat mereka menemukan korban sudah terbujur kaku di tengah hamparan sawah.
"Kemudian pada hari Minggu tanggal 17 Mei 2026 sekitar pukul 06.30 WIB, keluarga mencari korban di sawah dan mengetahui korban sudah dalam kondisi terlentang di area sawah miliknya sendiri dalam keadaan meninggal dunia," tambah Kapolsek.
Pihak kepolisian yang menerima laporan segera mendatangi lokasi kejadian bersama tim medis untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta memeriksa kondisi fisik korban guna memastikan penyebab pasti kematian.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tidak ada tanda-tanda kekerasan yang ditemukan di tubuh korban. Penyebab kematian korban masih dalam penyelidikan lebih lanjut," pungkas Kompol Jumari.
Editor : SRTVRedaksi