Guru Agama Jangan Bikin Takut, Bupati Nganjuk Minta Guru PAI Kreatif dan Melek Digital

Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi saat berbincang dengan pengurus DPD AGPAII Kabupaten Nganjuk Periode 2026–2031 (Istimewa/SRTV)
Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi saat berbincang dengan pengurus DPD AGPAII Kabupaten Nganjuk Periode 2026–2031 (Istimewa/SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menghadiri Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (DPD AGPAII) Kabupaten Nganjuk Periode 2026–2031. 

Acara yang digelar di Hotel Kusuma Negara pada Selasa (8/7/2026) ini dirangkaikan dengan Pembukaan Workshop Pengembangan Keprofesian dan Pengembangan Berkelanjutan Guru Pendidikan Agama Islam (PPKB-PAI).

Kegiatan yang diikuti ratusan guru PAI dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Nganjuk tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kompetensi, profesionalisme, serta inovasi pembelajaran di era digital. 

Workshop ini juga menjadi wadah berbagi praktik baik demi mendongkrak kualitas layanan pendidikan agama di sekolah.

"Saya berharap kepengurusan baru mampu menjadi motor penggerak peningkatan kualitas guru PAI sekaligus mempererat sinergi dengan pemerintah daerah dalam mencetak generasi yang religius, berkarakter, dan berdaya saing," ujar Kang Marhaen sapaan akrab Bupati

Menurut Kang Marhaen, guru PAI memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter peserta didik. Karena itu, proses pembelajaran harus dikemas secara kreatif agar nilai-nilai agama dapat diterima dengan baik oleh anak-anak tanpa kesan yang kaku.

"Guru agama harus mencintai profesinya terlebih dahulu. Kalau gurunya senang mengajar, anak-anak juga akan merasa senang belajar agama. Jangan sampai pelajaran agama menjadi sesuatu yang menakutkan. Buatlah belajar agama menjadi menyenangkan sehingga anak-anak terdorong mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari," tegas Bupati Nganjuk tersebut.

Ia juga menekankan pentingnya transformasi metode pembelajaran di tengah masifnya perkembangan teknologi informasi. Menurutnya, guru PAI kini tidak bisa lagi hanya mengandalkan metode ceramah di dalam kelas.

"Ini zamannya digitalisasi. Guru agama harus mampu memanfaatkan media sosial, diskusi, dan pembelajaran yang interaktif. Yang paling penting adalah memberikan pemahaman kepada anak-anak agar mampu menyaring informasi, tidak mudah percaya berita hoaks, serta memiliki etika dan moral yang baik dalam bermedia sosial," tambahnya.

Selain peningkatan kompetensi pedagogik (kemampuan mengajar), Marhaen mengajak seluruh guru PAI untuk terus menanamkan motivasi dan rasa percaya diri kepada siswa. 

Ia mengingatkan bahwa setiap anak lahir dengan potensi yang unik dan berbeda, sehingga guru harus mampu merangkul mereka tanpa membanding-bandingkan satu sama lain.

Melalui pelantikan pengurus baru dan workshop ini, Pemerintah Kabupaten Nganjuk berharap akan lahir guru-guru PAI yang semakin profesional, adaptif terhadap teknologi, serta mampu menghadirkan pembelajaran agama Islam yang inspiratif dan relevan bagi generasi masa kini.

Editor : SRTVRedaksi