Nganjuk Jadi Lokasi Peluncuran 1.000 Koperasi Desa, Fasilitas Lengkap Siap Beroperasi

Menteri Koperasi Ferry Juliantono bersama Wakil Ketua DPRD Jianto dan Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi saat kunjungan kerja di Nganjuk (Zaki.SRTV)
Menteri Koperasi Ferry Juliantono bersama Wakil Ketua DPRD Jianto dan Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi saat kunjungan kerja di Nganjuk (Zaki.SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Kabar gembira datang bagi masyarakat pedesaan. Pemerintah berencana meluncurkan secara operasional ribuan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), dengan lokasi rencana peluncuran perdana ditetapkan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. 

Rencana besar ini dibahas mendalam dalam rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga yang digelar baru-baru ini di Kantor Kementerian Desa, guna memastikan seluruh persiapan berjalan matang dan terpadu.

“Kami baru saja rapat di Kantor Kementerian Desa. Ada Pak Menko Pangan, Panglima TNI, kemudian Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara. Tersampaikan rencana tanggal 16 Mei ini, tapi masih tentatif di Nganjuk, Jawa Timur,” ujar Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, memaparkan hasil pertemuan strategis tersebut. Selasa (12/5/2026) saat kunjungan kerja di Nganjuk.

Dalam pemaparannya, Ferry menjelaskan bahwa dari sekian banyak koperasi yang dibangun pemerintah, sebanyak 7.200 unit di antaranya bangunan fisiknya sudah rampung seratus persen. 

Dari jumlah itu, sebanyak 1.000 unit koperasi yang akan dijadikan angkatan pertama yang resmi dibuka dan dijalankan operasionalnya. Langkah ini menjadi bukti nyata percepatan pembangunan ekonomi kerakyatan yang disiapkan matang dari hulu ke hilir.

“Yang akan diluncurkan operasionalnya kurang lebih seribu yang sedang kita persiapkan,” tegas Ferry.

Kualitas dan kelengkapan fasilitas menjadi perhatian serius pemerintah. Koperasi-koperasi yang telah rampung dibangun itu tidak hanya sekadar bangunan, namun sudah dilengkapi sarana penunjang lengkap, mulai dari gedung utama, gudang penyimpanan barang, hingga gerai usaha dan seluruh perlengkapan operasional yang dibutuhkan.

“Dari 7.200-an yang bangunannya sudah 100% selesai itu, ada sekitar 25 ribuan yang sedang dibangun,” jelas Ferry lagi, menggambarkan skala besar program ini yang masih terus berjalan dan menjangkau wilayah yang makin luas di seluruh Indonesia.

Melihat progres yang sudah jauh melangkah, pemerintah kini mulai menggeser prioritas kerja. Jika sebelumnya fokus utamanya adalah pembangunan fisik, kini perhatian penuh dicurahkan pada kesiapan manajemen dan jalannya usaha. 

Tujuannya jelas, agar koperasi tidak hanya menjadi bangunan kosong, melainkan berputar aktif dan memberikan dampak ekonomi nyata serta manfaat langsung bagi peningkatan kesejahteraan warga desa.

“Tapi sekarang kita konsentrasi ke operasionalnya,” pungkas Menteri Koperasi Ferry Juliantono, menandai babak baru perjuangan ekonomi desa yang mandiri, kuat, dan berdaya saing.

Editor : SRTVRedaksi