NGANJUK, SRTV.CO.ID – Pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Dusun Sumberwaru, Desa Banjaranyar, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, pada Jumat malam (16/10/2026), diwarnai kericuhan.
Sejumlah warga melayangkan protes keras atas proses penentuan daftar pemilih yang diduga dilakukan secara sepihak oleh Kepala Dusun (Kasun) Sumberwaru, Istikomah.
Warga mempertanyakan mekanisme penentuan daftar pemilih yang dinilai tidak melibatkan seluruh unsur masyarakat secara merata. Mereka menduga terdapat pemilih yang ditentukan tanpa koordinasi dan keterbukaan kepada warga.
Salah satu warga yang ikut menyampaikan protes, Yanti, menyoroti ketimpangan yang terjadi di lapangan.
Menurutnya, ada indikasi kejanggalan dalam pembagian hak pilih yang dinilai hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu.
"Yang di rumah depan kasun itu dipilih tiga orang tanpa melihat unsur dari mana. Diduga itu adalah orang terdekat kasun,” ucap Yanti saat menyampaikan protes.
Keluhan serupa juga terlontar dari warga lain yang enggan disebutkan namanya. Masyarakat menilai daftar pemilih yang disusun oleh pihak dusun belum mengakomodasi seluruh elemen dan keterwakilan warga secara adil.
"Persoalan itu memicu ketidakpuasan sejumlah warga hingga muncul teriakan yang mempertanyakan dugaan kecurangan dalam proses pemilihan. Meski demikian, kegiatan pemilihan tetap berlangsung di rumah Kasun Sumberwaru." Keluh warga lain.
Dalam gelaran pemilihan tersebut, terdapat dua kandidat BPD yang bersaing, yakni Muh Hanan dan Moh Misbakhul Munir.
Hasil perhitungan akhir menunjukkan Muh Hanan unggul dengan meraih 24 suara, sementara Moh Misbakhul Munir mendapatkan 9 suara.
Kericuhan yang terjadi menimbulkan pertanyaan mengenai transparansi proses pemilihan, khususnya terkait mekanisme penentuan pemilih dan keterwakilan masyarakat dalam pemilihan anggota BPD.
Hingga berita ini diturunkan, Kasun Sumberwaru maupun panitia penyelenggara belum memberikan keterangan resmi atau penjelasan terbuka terkait mekanisme penentuan pemilih yang dipersoalkan warga.
Warga berharap pihak terkait dapat memberikan penjelasan secara terbuka agar persoalan tersebut tidak menimbulkan polemik berkepanjangan di tengah masyarakat.
Reporter : Ester Mardiana Prihatin
Editor : SRTVRedaksi