Padamkan Api di Lereng Gunung Wilis, BPBD Nganjuk Alihkan Fokus ke Pemantauan Ketat

Petugas gabungan berjibaku memadamkan api dengan peralatan seadanya di kawasan hutan Gunung Wilis, Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk (Ist/SRTV)
Petugas gabungan berjibaku memadamkan api dengan peralatan seadanya di kawasan hutan Gunung Wilis, Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk (Ist/SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID — Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kawasan Gunung Wilis, Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, kini menunjukkan perkembangan yang sangat positif.

Seluruh titik api yang sebelumnya membakar kawasan hutan tersebut telah berhasil dipadamkan total oleh tim gabungan.

"Berdasarkan hasil pemantauan tim gabungan di lapangan, baik melalui pemantauan darat maupun udara menggunakan drone, area yang sebelumnya terdampak Karhutla telah dilakukan penanganan," ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Nganjuk, Purwo Hadi Setyo Wicaksono, Senin (21/9/2026).

Keberhasilan ini diperkuat oleh data pemantauan digital serta pengamatan visual langsung di lokasi kejadian. Pemantauan via aplikasi SIPONGI KLHK mencatat nol hotspot, dan kepulan asap di area terdampak kini sudah tak lagi tampak.

"Di wilayah RPH Gedang Klutuk, tercatat area terdampak meliputi Petak 24 sekitar 7 hektare, Petak 23C sekitar 5 hektare, dan Petak 18C sekitar 5 hektare," imbuh Wicak.

Memasuki fase pascapemadaman, fokus penanganan kini digeser untuk memastikan stabilitas lokasi. Posko pusat koordinasi ditempatkan di Balai Desa Ngliman guna memantau potensi re-ignition atau penyalaan api kembali secara cepat.

"Dengan kondisi tersebut, penanganan Karhutla kini beralih dari tahap pemadaman aktif menuju pemantauan, monitoring, dan kesiapsiagaan lanjutan. Peralihan ini dilakukan setelah hasil pemantauan tidak menemukan lagi titik api aktif maupun hotspot yang memerlukan operasi pemadaman secara intensif," lanjut Wicak.

Semua elemen, baik relawan maupun warga sekitar, diminta menjaga ketertiban koordinasi dengan melapor secara terpusat sebelum beraktivitas di lokasi terdampak.

"Seluruh masyarakat maupun relawan lintas instansi yang akan melaksanakan kegiatan penanganan Karhutla diimbau untuk melapor dan melakukan pendataan melalui posko. Ketentuan tersebut diperlukan agar setiap kegiatan di lapangan dapat terkoordinasi dan tercatat dengan baik," tegas Wicak.

Meski situasi relatif aman, BPBD Kabupaten Nganjuk terus mengimbau warga agar tetap sigap melapor ke nomor darurat 0821-3112-8828 jika melihat indikasi asap baru.

Editor : SRTVRedaksi