NGANJUK, SRTV.CO.ID – Kebakaran melanda gudang penyimpanan kayu milik Pondok Pesantren Ainul Yaqin di Dusun Punggulrejo, Desa Bagor Kulon, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, pada Kamis (20/8/2026) dini hari sekitar pukul 23.00, WIB.
Tiga ruangan terdampak dalam peristiwa tersebut, dengan kerusakan terparah terjadi pada bagian gudang kayu.
Kepala Dusun (Kasun) Punggulrejo, Sukirno, menjelaskan bahwa kobaran api diduga kuat bersumber dari sisa bara api di lahan kosong sebelah bangunan yang kembali menyala dan merembet melalui akar tanaman.
"Kejadiannya itu tadi diketahui sekitar jam 23.00 WIB. Sebenarnya siang hari sudah diketahu di tanah kosong ini ada kebakaran, tapi sudah mati apinya. Tiba-tiba jam 23.00 WIB ini tadi saya dikabari Pak RT, mungkin ada sisa api dari ranting dan akar yang menyambar ke dalam tembok gudang," ujar Kasun Punggulrejo, Sukirno saat ditemui di lokasi kejadian.
Ia menegaskan bahwa penyebab awal kebakaran di lahan kosong tersebut bukan berasal dari aktivitas warga pondok, melainkan api rembetan dari luar hingga ke area gudang kayu.
"Bukan pembakaran sampah dari pihak pondok. Lahan kosong itu karena rumput kering tebal, mungkin di sana ada orang bakar sampah sampai ke sebelah sini. Kami tidak tahu kalau ternyata apinya masuk merembet lewat akar-akar ke dalam gudang," tambah Sukirno.
Beruntung, saat insiden terjadi tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Bangunan yang terbakar merupakan gudang tempat menyimpan kayu dan besi material bangunan yang sedang tidak difungsikan untuk kegiatan santri.
"Ada beberapa santri di pondok, tapi di ruangan yang terbakar tidak ada orang, kebetulan kosong. Pengasuh pondok, Pak Kiai Nasrudin, saat kejadian juga sedang takziah. Yang terbakar ada tiga ruangan, tapi yang paling parah satu ruangan gudang kayu itu," ungkap Sukirno.
Usai menerima laporan warga, pihak pemerintah desa langsung berkordinasi dengan aparat TNI-Polri dan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Nganjuk untuk melakukan proses pemadaman.
Kapolsek Bagor, AKP Winih, menyatakan pihak kepolisian bersama jajaran regu pemadam dan warga setempat langsung bergerak cepat bahu-membahu melokalisasi kobaran api agar tidak merembet ke pemukiman warga sekitar.
"Tadi kita langsung gerak cepat bersama anggota melakukan pemadaman, warga masyarakat juga ikut membantu semua. Akhirnya api bisa dengan cepat dipadamkan," jelas Kapolsek Bagor, AKP Winih di lokasi.
Mengingat wilayah Nganjuk saat ini sedang memasuki musim kemarau yang disertai tingginya intensitas angin, kepolisian mengimbau keras masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran akibat pembakaran sampah sembarangan.
"Saya mengimbau kepada masyarakat, kalau membakar sampah itu harus ditunggu sampai apinya benar-benar padam baru bisa ditinggal. Nganjuk ini kan 'Kota Angin', apalagi di musim kemarau seperti ini angin kencang. Jangan membakar sampah sembarangan dan jika membakar harus ditunggui," tegas AKP Winih.
Editor : SRTVRedaksi