Harga Tembus Rp 23 Ribu per Kilo, Petani Bawang di Jombang 'Bungah' Raup Omzet Puluhan Juta

Panen raya bawang merah di Desa Keras, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur (Faiz/SRTV)
Panen raya bawang merah di Desa Keras, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur (Faiz/SRTV)

JOMBANG, SRTV.CO.ID – Senyum sumringah terpancar dari wajah para petani bawang merah di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Masa panen kali ini membawa berkah melimpah lantaran hasil panen yang maksimal berpadu apik dengan kondisi pasar yang bersahabat serta harga jual yang merangkak naik. Kondisi ini membuat pundi-pundi pendapatan mereka melonjak drastis.

Salah satu petani yang tengah menikmati manisnya hasil jerih payah ini adalah Sunarko, warga Desa Keras, Kecamatan Diwek, Jombang. Bersama sejumlah pekerja tani setempat, ia sibuk memanen bawang merah di lahan miliknya yang subur.

"Panen kali ini benar-benar membuat kami lega. Selain kualitas bawangnya bagus dan serapan pasar lancar, harga jualnya juga sangat membaik di tingkat petani," ujar Sunarko saat ditemui di sela-sela aktivitas panennya. Minggu (5/7/2026)

Dari modal awal menanam benih sebanyak 130 kilogram, Sunarko kini mampu memanen hingga 2,8 sampai 3 ton bawang merah segar. 

Menariknya, dalam proses pemanenan ini, Sunarko masih mengandalkan dan memberdayakan tenagai warga sekitar guna menjaga kualitas petikan sekaligus menggerakkan ekonomi warga.

Saat ini, harga bawang merah di tingkat petani menyentuh angka Tp 23 ribu rupiah per kilogram. Bagi para petani setempat, angka tersebut merupakan batas aman untuk mengantongi keuntungan yang ideal.

"Petani itu bungah (bahagia) kalau harga jual di sawah masih di atas Rp 20 ribu rupiah per kilonya. Sebab, kalau harganya jatuh di bawah itu, kami bakal kesulitan dapat untung. Apalagi harga benih saat ini cukup mahal, menyentuh Rp 60 ribu rupiah per kilogram," ungkap Sunarko mengingat tingginya biaya modal di awal.

Selain modal yang tinggi, tantangan terbesar yang harus dihadapi petani sepanjang musim tanam adalah serangan hama. 

Beruntung, berkat perawatan yang intensif, bawang merah miliknya bisa dipanen tepat waktu dengan hasil buah yang bulat besar dan maksimal.

Dari total luas lahan yang dipanen tersebut, Sunarko sukses meraup omzet hingga kisaran Rp 40 juta rupiah sekali panen. 

Pendapatan yang menjanjikan ini tidak hanya ia gunakan untuk memutar modal usaha ke depan, tetapi juga menjadi jalan untuk terus memberdayakan para pekerja tani di desanya agar tetap memiliki penghasilan.

Editor : SRTVRedaksi