Sempat Hilang Kontak, 2 Pendaki Remaja yang Tersesat di Gunung Butak Blitar Berhasil Dievakuasi

Korban berhasil dievakuasi dari lereng Gunung Butak dalam kondisi selamat. ( Istimewa/SRTV)
Korban berhasil dievakuasi dari lereng Gunung Butak dalam kondisi selamat. ( Istimewa/SRTV)

BLITAR, SRTV.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar akhirnya berhasil mengevakuasi dua remaja yang sempat dilaporkan tersesat dan hilang kontak saat melakukan pendakian di Gunung Butak, wilayah Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar.

Kedua pendaki tersebut diketahui bernama M. Nizer Novansah (17), warga Desa Suru, Kecamatan Doko, dan Rizqon Wildan AP (17), warga Kelurahan Klemunan, Kecamatan Wlingi. Beruntung, setelah melalui proses pencarian oleh tim gabungan, keduanya ditemukan dalam keadaan hidup meski tubuh mereka terkuras lemas.

"Sudah ditemukan oleh petugas. Keduanya ditemukan dalam kondisi lemas dan langsung mendapatkan penanganan tim medis. Dievakuasi dalam kondisi selamat,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar, Wahyudi, Selasa (30/6/2026).

Peristiwa ini bermula ketika kedua remaja tersebut pamit untuk mendaki pada Minggu (28/6/2026) pagi di kawasan Gunung Butak yang berbatasan langsung dengan Gunung Kawi. 

Namun, kekhawatiran mulai melanda pihak keluarga lantaran hingga sore hari, kedua remaja ini tak kunjung memberikan kabar atau pulang ke rumah.

"Muhammad Nizer kepada keluarga pamitan pada Minggu sekitar pukul 08.00. Tetapi hingga sore hari belum juga pulang. Akhirnya, ibunda dari Muhammad Nizer mendatangi rumah Rizqon di Desa Suru," jelas Wahyudi menceritakan kronologi awal pencarian.

Setelah ditelusuri lebih lanjut, pihak keluarga mendapati informasi bahwa kedua remaja tersebut sebenarnya pergi ke area wisata air terjun Watu Tangis yang berada di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari. Menggunakan sepeda motor Honda Vario, mereka rupanya menjadikan titik tersebut sebagai jalur awal pergerakan mereka.

"Akhirnya bersama warga dan keluarga cek ke air terjun Watu Tangis. Ternyata motor Honda Vario dititipkan ke rumah RT setempat,” tambah Wahyudi.

Hingga Minggu malam pukul 20.00 WIB, keberadaan Nizer dan Rizqon masih nihil dan memicu kepanikan warga sekitar. Pihak keluarga pun langsung melayangkan laporan resmi ke petugas terkait, termasuk BPBD Kabupaten Blitar.

Titik terang akhirnya muncul pada Senin (29/6/2026) ketika petugas berhasil menjalin komunikasi singkat dengan salah satu korban, yakni Rizqon, sekaligus mengunci estimasi koordinat lokasi mereka di tengah hutan.

“Pada Senin siang, berhasil ditemukan dan dibawa ke petugas medis,” pungkas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar tersebut.

Editor : SRTVRedaksi