Merawat Tradisi, Menjemput Berkah, Potret Gotong Royong dan Sukacita Nyadran Desa Teken Glagahan

Anggota DPRD Kabupaten Nganjuk, Maria Tunda Dewi, saat menghadiri tradisi Nyadran di Desa Teken Glagahan Loceret, Nganjuk (Mr Boni/SRTV)
Anggota DPRD Kabupaten Nganjuk, Maria Tunda Dewi, saat menghadiri tradisi Nyadran di Desa Teken Glagahan Loceret, Nganjuk (Mr Boni/SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Suasana makam leluhur Desa Teken Glagahan, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, tampak berbeda pada Jumat (19/6/2026). 

Ribuan warga berkumpul, bukan dalam suasana duka, melainkan dalam balutan rasa syukur yang mendalam. 

Tradisi Nyadran yang digelar tahun ini membuktikan bahwa ritual tahunan ini bukan sekadar prosesi tabur bunga biasa, melainkan panggung nyata dari kentalnya nilai gotong royong dan pelestarian budaya.

Acara diawali dengan doa bersama di makam leluhur, memohon keselamatan sekaligus mengucap syukur atas melimpahnya hasil bumi. 

Tak berselang lama, suasana yang semula hening berubah menjadi riuh penuh semangat saat Kirab Gunungan dimulai. 

Arak-arakan tumpeng raksasa yang menjulang tinggi, sarat dengan sayur-mayur dan hasil panen, diarak keliling desa sebagai simbol kemakmuran Bumi Teken Glagahan.

"Rangkaian upacara nyadran menjadi wujud rasa syukur warga Desa Teken Glagahan atas hasil panen dan keselamatan kepada leluhur," ungkap Dody Kades Teken Glagahan, Sabtu (20/6/2026)

Kemeriahan semakin memuncak saat memasuki sesi 'Rebut Tumpeng'. Tanpa sekat, ribuan warga saling berebut hasil bumi dari gunungan raksasa tersebut. 

Mereka percaya, sayur dan buah yang didapat membawa berkah tersendiri untuk keluarga di rumah.

Namun, kejutan terbesar justru terjadi di titik finis. Begitu musik mulai mengalun rancak, suasana di depan panggung utama langsung pecah. 

Kepala Desa dan Sekretaris Desa bersama jajaran perangkat desa, hingga Anggota DPRD Kabupaten Nganjuk, Maria Tunda Dewi, kompak naik ke atas panggung. 

Secara mengejutkan, mereka berkolaborasi melakukan aksi sebaran uang, menghujani warga yang hadir dengan lembaran rupiah sebagai bentuk berbagi rezeki.

"Alhamdulillah ini Ikut berbaur bersama ribuan masyarakat dalam ritual nyadran," ungkap momen kehadiran Maria Tunda Dewi, yang sengaja turun langsung ke daerah pemilihannya (dapil) di Kecamatan Loceret untuk merasakan langsung kedekatan dengan konstituennya.

Melihat antusiasme warga yang luar biasa dan seluruh rangkaian acara yang berjalan kondusif, pihak pemerintah desa tak dapat menyembunyikan rasa bangganya. 

Kemeriahan Nyadran tahun 2026 ini dinilai sukses mempererat tali silaturahmi antarwarga.

"Terima kasih pada semua warga atas suksesnya nyadran tahun ini dan tetap semangat" pungkas sang kepala desa dengan penuh semangat di akhir acara.

Editor : SRTVRedaksi