NGANJUK, SRTV.CO.ID – Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Nganjuk terus berjalan dinamis.
Teknis pelaksanaan tahun ini secara resmi mengacu pada SK Dirjen Pendis Nomor 10041 Tahun 2025. Sejak dibuka secara mandiri oleh masing-masing madrasah pada Januari atau Februari 2026 lalu melalui jalur prestasi dan reguler, antusiasme masyarakat tercatat sangat tinggi.
"Beberapa madrasah favorit bahkan kuotanya sudah terpenuhi sejak bulan Maret karena tingginya animo wali murid. Namun, bagi orang tua yang masih berproses mencari sekolah, pendaftaran luar jaringan (luring) maupun daring masih dilayani hingga menjelang tahun ajaran baru yang akan dimulai serentak pada 13 Juli 2026," urai Indyanti, Pengawas Madrasah Kemenag Nganjuk. Kamis (18/6/2026)
Untuk jenjang Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN), Kabupaten Nganjuk memiliki 10 lembaga yang tersebar luas, mulai dari MTsN 1 di Nglawak (Kertosono) hingga MTsN 10 di Bagor.
Sementara untuk jenjang Madrasah Aliyah Negeri (MAN), terdapat 3 lembaga pilihan, salah satunya adalah MAN 3 Nganjuk di Prambon yang kini bertransformasi menjadi Madrasah Aliyah Keterampilan.
"Madrasah ini dilengkapi fasilitas Balai Latihan Kerja (BLK) untuk membekali siswa dengan keahlian praktis layaknya SMK, seperti otomotif, tata busana, dan tata boga." Jelas Indy
Tidak kalah bersaing, di tingkat dasar, Nganjuk ditopang oleh 180 MI Swasta dan 11 Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN).
Kemenag juga menegaskan bahwa alternatif pendidikan Islam kini semakin luas dan setara. Selain madrasah formal, pondok pesantren melalui program Madrasah Diniyah Takmiliyah juga menjadi pilihan unggulan.
Hal ini dikarenakan ijazah kelulusan pesantren saat ini telah disetarakan penuh oleh negara serta legal untuk digunakan melanjutkan studi, baik ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).
"Banyak lulusan madrasah serta pesantren di Nganjuk yang terbukti mampu bersaing ketat dan lolos ke berbagai universitas negeri melalui jalur rapor maupun tes, bahkan ada yang masuk TNI lewat jalur prestasi tahfidz," imbuh Indy bangga.
Jajaran pengawas Kemenag Nganjuk mengimbau agar para orang tua murid bersikap proaktif untuk segera mendaftarkan putra-putri mereka ke madrasah idola
Sebelum kuota rombongan belajar (rombel) ditutup sepenuhnya. Langkah ini sejalan dengan semboyan kebanggaan yang digaungkan: "Madrasah Maju, Bermutu, Mendunia", di mana Kemenag siap mencetak generasi daerah yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berakhlakul karimah.
Editor : SRTVRedaksi