Secercah Harapan untuk Penjual Tahu Tek, Baznas Nganjuk Siap Bedah Rumah Mbah Supriyadi

Tim Baznas Nganjuk bersama Kepala Desa Kampung Baru menyerahkan bantuan setelah survei kondisi rumah Mbah Supriyadi, penjual tahu tek keliling. (SRTV)
Tim Baznas Nganjuk bersama Kepala Desa Kampung Baru menyerahkan bantuan setelah survei kondisi rumah Mbah Supriyadi, penjual tahu tek keliling. (SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Nganjuk menunjukkan kepeduliannya terhadap warga kurang mampu. Pada Senin (15/6/2026).

Baznas menerjunkan tim untuk melakukan survei lapangan langsung terhadap calon penerima program Rumah Layak Huni (Rutilahu) di Dusun Koripan, Desa Kampung Baru, Kecamatan Tanjunganom. 

Objek survei kali ini adalah kediaman Mbah Anjarwati dan suaminya, Mbah Supriyadi penjual tahu Tek keliling.

Dalam kegiatan tersebut, Baznas Kabupaten Nganjuk turun langsung ke lokasi dengan didampingi oleh Kepala Desa Kampungbaru, Susilo Dwi Prastyo, serta perangkat desa setempat.

"Kami mengapresiasi gerak cepat Baznas Nganjuk yang bersedia meninjau langsung kondisi warga kami. Harapan kami, bantuan ini bisa segera terealisasi karena kondisi rumahnya memang sudah sangat memprihatinkan," ujar Kepala Desa Kampungbaru, Susilo Dwi Prastyo.

Saat melakukan peninjauan, tim melihat langsung kondisi rumah Mbah Supriyadi yang dinilai sudah tidak layak huni. 

Struktur bangunannya tampak rapuh, dinding-dindingnya retak, atap seng mengalami kebocoran di berbagai titik, serta lantainya yang masih berupa tanah liat sehingga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan bagi keluarga yang tinggal di dalamnya.

Mbah Supriyadi sehari-hari bekerja sebagai penjual tahu tek keliling. Pendapatannya dari berjualan kini kian menentu karena sepi pembeli. Jangankan untuk memikirkan biaya perbaikan rumah, untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari pun pihak keluarga mengaku kesulitan.

"Hasil jualan keliling sekarang sepi pembeli. Untuk makan sehari-hari saja susah, apalagi kalau harus memperbaiki rumah yang bocor dan rapuh ini. Kami sangat berterima kasih atas kunjungan dan perhatian dari Baznas dan Pak Kades," ungkap Mbah Supriyadi dengan nada haru.

Kehadiran Baznas bersama pihak pemerintah desa membawa secercah harapan bagi Mbah Supriyadi yang tinggal bersama istri dan kedua anaknya tersebut. 

Menanggapi kondisi kritis ini, pihak Baznas berjanji akan segera memproses bantuan perbaikan rumah setelah seluruh data survei ini rampung diverifikasi.

Meskipun anggaran program ini memiliki keterbatasan, pihak Baznas dan Pemerintah Desa Kampung Baru optimis pembangunan dapat berjalan lancar. 

Proses renovasi nantinya direncanakan menggunakan sistem gotong royong, yang melibatkan perangkat desa serta warga sekitar demi mempercepat terwujudnya hunian yang aman dan sehat bagi keluarga Mbah Supriyadi.

Editor : SRTVRedaksi