NGANJUK, SRTV.CO.ID – Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, memberikan arahan khusus kepada seluruh petugas Sensus Ekonomi 2026 saat memimpin Apel Siaga Petugas Sensus Ekonomi Kabupaten Nganjuk di Alun-Alun Nganjuk, Senin (15/6/2026).
Sensus ini menjadi agenda strategis nasional yang sangat krusial karena menentukan arah kebijakan pembangunan jangka panjang.
Di hadapan 1.130 petugas sensus yang siap diterjunkan ke seluruh penjuru Kabupaten Nganjuk, pria yang akrab disapa Kang Marhaen ini menegaskan penolakannya terhadap kerja yang asal-asalan.
"Hari ini sudah dimulai Sensus Ekonomi. Ini kegiatan yang luar biasa penting karena hanya dilaksanakan sepuluh tahun sekali. Oleh karena itu saya berpesan kepada seluruh petugas, yang pertama adalah disiplin. Disiplin merupakan modal dasar dalam setiap pekerjaan," tegas Kang Marhaen sapaan akrab Bupati.
Ia mengingatkan bahwa ribuan orang telah memperebutkan posisi ini, namun hanya sedikit yang lolos seleksi. Oleh karena itu, para petugas yang terpilih dituntut untuk menunjukkan kualitas kerja yang maksimal selama dua bulan ke depan.
"Sekitar lima ribu orang mendaftar, dan yang terpilih kurang lebih 1.130 orang. Artinya panjenengan semua adalah orang-orang pilihan. Jangan menganggap remeh pekerjaan ini karena output yang dihasilkan selama dua bulan ke depan sangat dibutuhkan negara," ujarnya.
Selain masalah kedisiplinan, Kang Marhaen juga memberikan perhatian serius pada aspek kerahasiaan data. Ia melarang keras petugas membocorkan informasi bisnis maupun personal milik responden kepada pihak luar.
"Data yang diperoleh adalah rahasia. Karena itu petugas harus profesional dan bertanggung jawab. Jangan sampai data yang diperoleh disampaikan kepada pihak yang tidak berkepentingan," katanya.
Bupati menjelaskan bahwa akurasi data hasil sensus ini nantinya akan berdampak langsung pada ketepatan sasaran program bantuan dan pembangunan pemerintah. Ia menilai, selama ini masih ada ketimpangan di mana warga yang benar-benar membutuhkan justru belum terdata.
"Banyak masyarakat yang sebenarnya membutuhkan bantuan tetapi belum menerima apa pun. Di sinilah pentingnya data yang akurat. Jangan sampai biaya besar yang dikeluarkan pemerintah salah sasaran hanya karena data yang tidak valid," jelasnya.
Lebih lanjut, potret ekonomi Nganjuk terutama sektor pertanian dan komoditas bawang merah yang menjadi motor penggerak Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) hingga puluhan triliun rupiah akan terlihat jelas melalui sensus ini. Guna menghadapi dinamika lapangan dan karakter masyarakat yang beragam, Kang Marhaen meminta petugas mengedepankan pendekatan humanis yang santun.
"Jangan langsung masuk ke pertanyaan inti. Mulailah dengan senyum, sapa, dan perkenalan yang baik. Sampaikan bahwa panjenengan ditugasi oleh BPS. Bangun komunikasi yang santun sehingga masyarakat merasa nyaman memberikan informasi," pesannya.
Ia menyadari betul tantangan di lapangan tidaklah mudah. Petugas dipastikan akan menemui berbagai respons dari masyarakat, mulai dari yang menyambut hangat hingga yang menolak secara mentah-mentah.
"Kadang ada yang ramah, ada yang cuek, ada yang menjawab sepotong-sepotong, bahkan ada yang menolak. Karena itu saya minta petugas memiliki kesabaran revolusioner. Tetap tersenyum dan tetap santun dalam kondisi apa pun," katanya disambut tepuk tangan peserta apel.
Bupati juga menginstruksikan petugas untuk aktif berkoordinasi dengan aparatur lokal, mulai dari kepala desa hingga ketua RT/RW guna mempermudah proses pendataan. Sebagai penutup, ia membakar semangat para petugas agar melihat tanggung jawab ini bukan sekadar pekerjaan, melainkan sebuah pengabdian.
"Kerja ini adalah ibadah. Laksanakan dengan sungguh-sungguh, jaga integritas, dan berikan hasil terbaik. Mari sukseskan Sensus Ekonomi 2026, Mencatat Ekonomi Indonesia. Semoga semua dimudahkan Allah SWT dan menjadi amal kebaikan bagi kita semua," pungkasnya.
Dengan pelepasan resmi tersebut, seluruh petugas Sensus Ekonomi 2026 Kabupaten Nganjuk kini telah resmi memulai pendataan lapangan yang akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026 demi menghasilkan basis data ekonomi nasional yang valid dan berkualitas.
Editor : SRTVRedaksi