Bikin Kagum, 16 Fotografer Cilik Gelar Pameran Fotografi "What We See" di Surabaya

What We See : Pameran fotografi Melibatkan 16 fotografer cilik dari klub fotografi SD Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo 
What We See : Pameran fotografi Melibatkan 16 fotografer cilik dari klub fotografi SD Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo 

SURABAYA, SRTV.CO.ID– Dunia anak-anak selalu penuh dengan rasa ingin tahu dan kejujuran. Hal inilah yang terekam jelas dalam proyek pameran fotografi bertajuk “What We See” yang digelar di Wisma Jerman, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (6/6/2026). 

Melibatkan 16 fotografer cilik dari klub fotografi SD Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo, pameran ini menampilkan cara mereka berbicara mengenai hal sederhana, momen kecil, sudut ruang, ekspresi, hingga detail yang sering kali luput dari perhatian orang dewasa melalui lensa kamera.

"Pameran ini merupakan ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan karyanya. Dari arsip karya selama hampir tiga tahun belajar, karya-karya yang terpilih menjadi pengingat bahwa fotografi bisa dilakukan oleh siapapun termasuk oleh anak-anak, tentu dengan bimbingan yang tepat," ujar Idealita Ismanto, kurator pameran tersebut. Selasa (9/6/2026)

Menggunakan pendekatan gaya foto tunggal, karya-karya yang dipajang menjadi luapan ekspresi murni dari para pameris. Mulai dari foto seorang anak yang mengintip dari balik lubang tembok, rekam ekspresi wajah teman-teman sebaya, hingga bentuk-bentuk absurd nan estetis yang dihasilkan dari teknik kecepatan rendah (slow shutter speed).

"Melalui pameran What We See, anak-anak menunjukkan bahwa mereka mampu mengamati, merasakan, dan menceritakan dunia di sekitar mereka dengan cara yang unik dan penuh makna." Jelasnya Kepala Sekolah SD Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo, Ririn Indriyanti

Setiap foto, sambung Ririn, bukan hanya hasil jepretan kamera, tetapi juga cerminan kreativitas, kepekaan, dan keberanian mereka dalam mengekspresikan diri. 

"Semoga pengalaman ini menjadi langkah awal bagi mereka untuk terus berkarya, berinovasi, dan percaya pada potensi yang dimiliki," ungkap Ririn Indriyanti.

Pameran ini membuktikan bahwa perspektif anak-anak memiliki kepekaan tersendiri yang jujur, segar, dan sering kali menghadirkan makna baru dari hal-hal yang tampak biasa bagi orang dewasa. Kehadiran karya-karya ini sekaligus menjadi media belajar bagi para orang tua dan pengunjung dewasa untuk mencoba melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda.

"Kita sebagai orang dewasa juga bisa belajar dari perspektif mereka, oleh karena itu pameran seperti ini sangat berharga karena bisa membuka wawasan kita sebagai orang dewasa. Saya berharap pameran fotografi 'What We See' dapat memberikan kita inspirasi untuk melihat sesuatu yang biasa dengan cara yang luar biasa seperti anak-anak ini," kata Management Advisor Wisma Jerman, Mike Neuber, yang turut hadir memberikan apresiasi.

Bagi para fotografer cilik yang terlibat di antaranya Rafardan Abhinara Atmaja, Keanu Pramono, Brian Delta Ramadhan, Muhammad Rayyan Firdaus, Celine Justopo, Nicole Arno Priyono, Nelson Arno Priyono, Muhammad Ammar Faqih, Giannino Arkananta Byan, Helsa Emunahope, Estrella Dya Kumaralalita, Leona Sarah Emyra, Jasmine Alyka Fernanda, Deandra Rahmi Davintio, Keanu Pramono Dewa, dan Ibrahim Maliq Parsa, belajar fotografi bukan sekadar hobi, melainkan keterampilan yang membawa keseruan dan manfaat nyata.

"Seru banget dan asyik, aku bisa motret dan membuat foto yang menarik. Ilmu fotografi yang didapat aku pakai di rumah untuk bantu motret produk jualan papa," tutur Celine Justopo, salah satu fotografer cilik, dengan antusias.

Selain memanjakan mata dengan visual yang polos dan kreatif, rangkaian acara pameran ini juga diisi dengan sesi diskusi yang menghadirkan Leo Arif Budiman, founder Disabilitas Berkarya. 

Dalam sesi tersebut, Leo mengupas tuntas mengenai dinamika proses belajar fotografi untuk anak-anak beserta berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan.

Pameran "What We See" yang berlangsung dari tanggal 7 hingga 9 Juni 2026 ini sukses menjadi ruang pertemuan yang hangat antara anak-anak, praktisi seni visual, pendidik, dan masyarakat luas. 

Setiap foto yang dipajang menegaskan bahwa kreativitas anak-anak yang tumbuh secara alami akan selalu berhasil menyentuh hati siapa saja yang melihatnya.

Editor : SRTVRedaksi