NGANJUK, SRTV.CO.ID - Dinginnya angin malam dan pekatnya kabut yang menusuk tulang tidak sedikit pun menyurutkan langkah M. Bima Putra Khafiansyah.
Remaja asal Nganjuk ini, bersama dua teman sebayanya, memilih untuk tidak rebahan di zona nyaman. Mereka justru tertantang untuk menjajal salah satu bentang alam paling menawan sekaligus menguji nyali di kawasan Kediri.
Gunung Argo Kelono. Bagi mereka, perjalanan ini bukan sekadar tentang ambisi menaklukkan ketinggian, melainkan sebuah pembuktian tentang arti sebuah kebersamaan di alam liar.
"Rasa persaudaraan menjadi kunci menempuh tantangan medan ekstrem," ungkap Bima, mengenang kembali bagaimana setiap jengkal tanah terjal dan jalur curam mereka lewati dengan saling mengulurkan tangan, Selasa (9/6/2026).
Di bawah langit malam yang pekat, ego diredam dan rasa saling percaya menjadi satu-satunya kompas yang menuntun langkah mereka menembus vegetasi hutan yang rapat.
Menuju puncak Argo Kelono yang berdiri gagah di ketinggian antara 1.700 hingga 1.740 meter di atas permukaan laut (mdpl) memang bukanlah perkara mudah.
Jalur pendakian yang menguras fisik menuntut konsentrasi penuh dari para pendaki muda ini; salah melangkah sedikit saja, taruhannya adalah keselamatan.
Namun, beratnya jalur seolah terdistraksi oleh tegasan papan kayu di sepanjang rute yang mengingatkan mereka pada hakikat mencintai alam.
Sebuah papan sambutan berdiri kokoh, menegaskan status tanah yang mereka pijak: Welcome to Mt. Argo Kelono 1700 MDPL. Lokasi ini merupakan tanah milik negara dalam pengelolaan KPH Kediri.
"Rasa lelah terbayar ketika mencapai puncak, melihat lautan awan dari puncak gunung membuat rasa syukur mendalam kepada Allah SWT. Tuhan Yang Maha Esa diberi karunia alam yang indah," tutur Bima dengan mata berbinar, menggambarkan magisnya pemandangan di titik tertinggi saat sang fajar mulai menyingsing.
Di puncak tertinggi itu, sebuah papan kecil tertancap di tanah bertuliskan Puncak Argo Kelono 1740 MDPL, menjadi saksi bisu keberhasilan dan ketangguhan tiga remaja tersebut.
Di balik pesona lautan awan yang bergulung memanjakan mata, Gunung Argo Kelono juga menitipkan pesan mendalam bagi siapa saja yang datang.
Melalui tulisan bersahaja namun menohok di papan sambutan bertuliskan “Buang sampahmu turun” dan “Jagalah alam”, gunung ini seolah berbicara agar keindahannya tetap utuh untuk generasi mendatang.
Bagi Bima dan kawan-kawannya, pulang dengan selamat adalah tujuan utama, tetapi membawa turun kembali sampah adalah kewajiban yang mutlak yang tidak bisa ditawar
Editor : SRTVRedaksi