Penuhi Nadar dan Rawat Tradisi, Hj. Ruminah Gelar Wayang Kulit "Parikesit Dadi Ratu" di Nyadran Dusun Bandung

Pagelaran Wayang Kulit berjudul "Parikesit Dadi Ratu" menjadi puncak acara Nyadran Dusun Bandung, Desa Betet, persembahan Hj. Ruminah (Mr Boni, SRTV)
Pagelaran Wayang Kulit berjudul "Parikesit Dadi Ratu" menjadi puncak acara Nyadran Dusun Bandung, Desa Betet, persembahan Hj. Ruminah (Mr Boni, SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Suasana khidmat sekaligus meriah menyelimuti Dusun Bandung, Desa Betet, Kecamatan Ngronggot, Nganjuk. Dalam rangka kegiatan tradisi Nyadran, warga setempat disuguhkan pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang menghadirkan dalang kondang Ki Dwijo Kangko. Dengan lakon Parikesit Dadi Ratu.

Acara ini semakin semarak dengan kehadiran bintang tamu Komet Cs dan Lusi Brahman pada Senin (8/6/2026).

"Lakon tersebut mengisahkan proses Parikesit sebagai pewaris takhta yang dipersiapkan untuk menjadi pemimpin kerajaan," ujar Hj. Ruminah saat menjelaskan makna di balik pemilihan cerita tersebut.

Pagelaran wayang ini bukan sekadar hiburan visual. Di dalamnya tersirat filosofi mendalam tentang perjalanan hidup Parikesit yang harus meninggalkan zona nyaman istana, menempa diri lewat berbagai kesulitan, hingga menjalani laku spiritual demi mendapatkan Wahyu Cakraningrat. 

Semua ujian itu merupakan candradimuka untuk membentuk kedewasaan dan tanggung jawab seorang pemimpin.

"Dalam cerita, Parikesit menjalani berbagai tahapan pembentukan karakter sebelum menerima amanah sebagai ratu. Berbagai ujian yang dihadapi bertujuan membentuk kedewasaan, tanggung jawab, dan kemampuan mengendalikan diri sebagai syarat kepemimpinan," tambahnya mengenai esensi moral dari lakon tersebut.

Bagi Hj. Ruminah, suksesnya gelaran wayang kulit ini merupakan buah dari penantian dan janji spiritual yang panjang. Ia mengaku sudah sejak jauh hari memendam nazar (keinginan kuat) untuk menggelar pertunjukan budaya ini di tanah kelahirannya jika sudah diberi kemapanan hidup, kesehatan, dan kelancaran rezeki.

"Dengan digelarnya wayangan dalam rangka nyadran di Dusun Bandung Desa Betet ini, saya ingin mengajak warga menjalin silaturahmi yang lebih akrab dan bersama-sama menuju Betet sejahtera," ungkap Hj. Ruminah dengan penuh semangat.

Momentum ini pun memicu spekulasi di tengah masyarakat mengenai langkah politik Hj. Ruminah ke depan. Menanggapi rumor yang beredar kuat tentang pencalonan dirinya sebagai Kepala Desa (Kades) Betet yang baru, tokoh perempuan ini tidak menampik kabar tersebut dan justru memberikan jawaban diplomatis yang tegas.

"Mengenai pencalonan Kades di Desa Betet, misi saya adalah mempersatukan rasa gotong royong agar Desa Betet bisa jauh lebih maju," tegasnya mengiyakan kabar tersebut.

Melalui pagelaran seni ini, pesan moral tentang kepemimpinan yang amanah berhasil tersampaikan dengan apik kepada masyarakat Desa Betet.

"Dengan demikian, lakon Parikesit Dadi Ratu tidak hanya berfungsi sebagai hiburan budaya, tetapi juga mengandung nilai pendidikan yang sejalan dengan tujuan pembentukan karakter dan kepemimpinan agar Desa Betet menuju sejahtera," pungkas Hj. Ruminah mengakhiri perbincangan.

Editor : SRTVRedaksi