NGANJUK, SRTV.CO.ID – Suasana sakral sekaligus meriah menyelimuti Pabrik Gula (PG) Lestari yang terletak di Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Petani tebu bersama manajemen pabrik kembali menggelar tradisi unik turun-temurun berupa prosesi ritual "Manten Tebu" atau pernikahan tebu guna menyambut datangnya musim buka giling tahun ini.
"Tradisi ini telah dilakukan secara turun-temurun. Kami berharap dengan adanya tradisi ini, hasil panen tebu bisa jauh lebih baik, serta menghasilkan gula yang lebih putih dengan kualitas rendemen yang bagus," ujar ungkap Evan Muliawan, General Manager PG Lestari, Selasa (19/5/2026)
Layaknya sepasang pengantin sungguhan, dua batang tebu pilihan dihias cantik menggunakan janur kuning. Uniknya, kedua "mempelai" tebu ini bahkan memiliki nama layaknya manusia, yakni Roro Ayu Manis dan Bagus Rosan Prakoso.
Setelah diarak meriah menuju pabrik, tebu manten tersebut diserahkan langsung kepada General Manager PG Lestari untuk kemudian mendampingi tebu pengiring lainnya menuju mesin gilingan pertama.
"Selain sebagai penanda simbolis dimulainya musim buka giling, Manten Tebu merupakan warisan budaya lokal yang akan tetap terus kami lestarikan di PG Lestari" ungkap Evan Muliawan, General Manager PG Lestari.
Pada musim giling tahun ini, PG Lestari menargetkan performa produksi yang cukup besar. Dengan total luas lahan mencapai 4.100 hektar, pabrik gula ini diproyeksikan mampu menghasilkan komoditas tebu hingga mencapai 300 ribu ton dengan tingkat rendemen di angka 7,2.
"Untuk persiapan teknis, pada tanggal 3 Juni mendatang kami akan melakukan uji coba alat terlebih dahulu, dan start giling secara perdana akan resmi dimulai pada 13 Juni 2026," pungkas Evan Muliawan.
Tradisi Manten Tebu ini ditegaskan akan terus dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya. Bagi masyarakat dan pihak manajemen, ritual ini bukan sekadar seremonial, melainkan simbol harapan, kerja keras, dan sinergi yang manis antara petani tebu dan pabrik gula.
Editor : SRTVRedaksi