NGANJUK, SRTV.CO.ID – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kecamatan Ngetos pada Senin (16/3)، memicu terjadinya tanah longsor di Dukuh Burikan RT 001 RW 002, Dusun Sobo, Desa Kepel. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 18.10 WIB menimpa bagian belakang rumah milik warga setempat, meskipun beruntung tidak menimbulkan korban jiwa.
“Hujan deras pertama terjadi sekitar pukul 13.30-14.30 WIB, kemudian kembali turun dengan intensitas lebat pada pukul 17.50 WIB. Kondisi tanah yang jenuh air memicu runtuhnya tebing,” ungkap Sutomo Kalaksa BPBD Nganjuk
Hasil asesmen tim BPBD Kabupaten Nganjuk menyebutkan, Tebing yang runtuh memiliki tinggi sekitar ±3 meter, lebar ±3,5 meter, dan panjang ±2 meter, sekaligus membawa material rumpun bambu mati yang ada di sekitar lokasi.
Akibat kejadian tersebut, tembok belakang dapur rumah mengalami kerusakan, sementara material longsor bersama dengan air hujan sempat masuk ke dalam ruangan. Meskipun demikian, rumah masih dinilai aman untuk ditempati oleh penghuni.
“Tim kami tiba di lokasi sekitar pukul 22.26 WIB untuk melakukan asesmen, koordinasi dengan perangkat desa, serta menyalurkan bantuan logistik awal kepada warga terdampak,” ujar Sutomo
Bantuan yang diberikan mencakup kebutuhan dasar untuk membantu warga terdampak mengatasi kondisi pasca longsor.
Respon terhadap kejadian tanah longsor ini melibatkan berbagai pihak terkait, antara lain BPBD Jawa Timur, BPBD Nganjuk, perangkat Kecamatan Ngetos, perangkat Desa Kepel, serta relawan Tagana Nganjuk. “Hari ini Selasa (17/3), perangkat desa bersama masyarakat telah merencanakan kerja bakti pembersihan material longsor yang menumpuk di lokasi kejadian.” Jelasnya
Sutomo mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor dan pohon tumbang, “Terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi cukup lama,” pungkas Sutomo.
Reporter : Inna Duwi Fatimah
Editor : Tim Redaksi SRTV
