NGANJUK, SRTV.CO.ID – Peningkatan kasus campak yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia menjadi perhatian serius bagi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nganjuk. Berdasarkan data nasional hingga minggu kedelapan tahun 2026, tercatat sebanyak 10.453 kasus suspek campak, dengan 8.372 kasus telah terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium serta enam kasus kematian. Selain itu, dilaporkan pula 45 kejadian luar biasa (KLB) yang tersebar di 29 kabupaten/kota di 11 provinsi.
“Kita mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan potensi penularan penyakit yang disebabkan oleh virus dari genus Morbillivirus tersebut,” ujar dr Tien Farida Yani, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk, dalam keterangannya pada Senin (16/3/2026).
Campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular, terutama melalui percikan air liur (droplet) saat penderita batuk atau bersin, kontak langsung dengan penderita, maupun melalui benda yang terkontaminasi virus yang dapat bertahan di udara hingga dua jam. Beberapa faktor juga dapat meningkatkan risiko penularan, seperti kondisi malnutrisi, kekurangan vitamin A, serta lingkungan dengan kepadatan penduduk tinggi.
“Gejala campak umumnya diawali dengan demam tinggi, disertai batuk, pilek, dan mata merah. Pada tahap berikutnya muncul bintik putih kecil di bagian dalam pipi serta ruam merah yang biasanya dimulai dari area wajah dan telinga, kemudian menyebar ke seluruh tubuh,” jelas dr Tien Farida.
Apabila tidak segera ditangani, penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi serius seperti diare berat, pneumonia atau infeksi paru-paru, radang otak, kebutaan, bahkan berujung pada kematian. Masyarakat diminta segera mencari pertolongan medis apabila menemukan gejala tersebut, terutama pada anak-anak yang menjadi kelompok rentan utama.
“Bagi warga yang terinfeksi, isolasi mandiri sangat dianjurkan guna mencegah penularan lebih luas. Selain itu, penderita juga disarankan untuk beristirahat cukup, mengonsumsi vitamin A, serta melakukan koordinasi dengan fasilitas kesehatan terdekat seperti Puskesmas untuk mendapatkan penanganan yang tepat,” tambahnya.
Langkah pencegahan paling efektif terhadap campak adalah melalui imunisasi MR (Measles-Rubella). Anak-anak perlu mendapatkan imunisasi secara lengkap sesuai jadwal, yakni pada usia 9 bulan, 18 bulan, serta saat memasuki kelas 1 sekolah dasar.
“Kami mengimbau seluruh orang tua di Kabupaten Nganjuk untuk memastikan status imunisasi putra-putrinya. Jangan menunggu sampai terlambat. Cek kembali Buku KIA atau KMS anak Anda. Jika ada jadwal yang terlewat, segera lengkapi di Puskesmas atau Posyandu terdekat,” papar dr. Tien Farida.
Ia juga menambahkan bahwa upaya pencegahan tidak hanya bergantung pada imunisasi, tetapi juga pada penerapan pola hidup sehat di lingkungan keluarga dan masyarakat.
“Selain vaksinasi, terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat atau PHBS. Biasakan mencuci tangan dengan sabun dan pastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi seimbang. Mari kita bersama-sama memutus rantai penularan ini demi kesehatan generasi masa depan,” pungkasnya.
Reporter : Etna Laila
Editor : Tim Redaksi SRTV
