srtvIndeks

10 SPPG Nganjuk Kembali Beroperasi, Penghentian Sementara Cuma Masalah Administrasi

NGANJUK, SRTV.CO ID – Sepuluh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Nganjuk resmi kembali beroperasi mulai Sabtu (14/3/2026), setelah sebelumnya dihentikan sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Penghentian ini merupakan bagian dari tindakan BGN yang menonaktifkan sementara 788 SPPG di seluruh Jawa Timur dan 1.512 SPPG di wilayah II (Jawa) pada Rabu (11/3/2026)

“Sudah selesai, Informasi dari teman-teman di lapangan juga menyampaikan bahwa suspend kemarin sudah berakhir,” ujar Koordinator Satgas MBG Nganjuk, Judy Ernanto, pada Senin (16/3)

SPPG yang terdampak tersebar di sejumlah kecamatan yaitu Nganjuk, Loceret, Sawahan, Tanjunganom, Bagor, dan Ngronggot. Menurut Judy, penghentian operasional tidak ada kaitannya dengan kualitas atau proses produksi makanan yang disajikan melalui program tersebut.

“Penghentian operasional sebelumnya bukan karena masalah produksi makanan. Melainkan berkaitan dengan kelengkapan administrasi,” jelasnya.

Permasalahan utama yang menjadi alasan penghentian adalah kurangnya koordinasi antara pengelola SPPG dengan Dinas Kesehatan setempat. Selain itu, dokumen penting yang menjadi syarat dasar untuk menjalankan operasional dapur MBG juga belum tersedia.

“Pengelola SPPG dinilai kurang aktif melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan serta belum memenuhi dokumen administrasi yang dibutuhkan. Yakni, Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sehingga dihentikan sementara oleh BGN,” tambah Judy.

Setelah seluruh kelengkapan administrasi disiapkan dan koordinasi dengan pihak terkait dilakukan secara optimal, seluruh dapur MBG kini dapat kembali melayani masyarakat seperti biasa. Menurutnya, mekanisme penghentian sementara tersebut bukanlah bentuk sanksi, melainkan upaya evaluasi untuk menjaga mutu program.

“Penghentian sementara memang menjadi mekanisme evaluasi agar standar kebersihan dan keamanan pangan tetap terjaga. Yang penting sekarang sudah clear dan bisa kembali melayani program MBG,” pungkasnya.

Reporter     : Etna Laila

Editor         : Tim Redaksi SRTV

Exit mobile version