srtvIndeks

Diresmikan Presiden Prabowo, Jembatan Perintis Garuda Buka Gerbang Harapan bagi Petani Nganjuk

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Jembatan dengan panjang 60 meter dan lebar 1,8 meter yang berdiri megah di Desa Bagor Wetan, Kecamatan Sukomoro, bukan sekadar struktur beton dan baja yang menyambung dua daratan. Bagi ribuan warga yang selama puluhan tahun terkurung oleh akses yang buruk, jembatan yang diberi nama Perintis Garuda tersebut adalah simbol harapan baru yang membuka peluang nyata bagi peningkatan kesejahteraan dan dukungan terhadap ketahanan pangan nasional.

“Kita sudah bisa menyelesaikan salah satu jembatan Perintis Garuda di Jawa Timur, tepatnya di Desa Bagor Wetan. Jembatan Perintis Garuda ini adalah akses, baik untuk ke lahan pertanian, antar kampung, sarana pendidikan seperti sekolah, hingga akses menuju pasar,” ujar Mayjen TNI Rudy Saladin, Pangdam V/Brawijaya, usai acara peresmian yang dilakukan secara virtual oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin (9/3/2026).

Peresmian jembatan ini menjadi bagian dari rangkaian peluncuran 218 jembatan di seluruh Indonesia yang dibangun dalam waktu 2,5 bulan oleh Satgas Jembatan yang diketuai Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Presiden Prabowo dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur ini merupakan bentuk tanggapan terhadap tantangan geografis Indonesia yang berada di jalur Ring of Fire, sekaligus upaya untuk mengoptimalkan potensi sumber daya alam dan pertanian yang melimpah.

“Indonesia berada di lingkaran wilayah yang penuh dengan potensi bencana. Ini membuat negara kita sesungguhnya kaya dengan banyak mineral penting. Juga membuat tanah kita subur, tapi dari waktu ke waktu kita harus siap menghadapi bencana,” papar presiden via daring.

Sebelum jembatan ini hadir, kondisi akses yang tidak memadai membuat petani Desa Bagor Wetan dan sekitarnya kesusahan membawa hasil bumi seperti padi, bawang merah, dan komoditas palawija lainnya ke pasar. Waktu tempuh yang panjang dan kondisi jalan yang buruk seringkali membuat hasil panen mengalami kerusakan atau penurunan kualitas sebelum sampai ke konsumen, yang berdampak langsung pada pendapatan mereka.

“Harapannya, ini bermanfaat untuk masyarakat desa sekitar, baik dari segi akses ke sarana publik maupun untuk meningkatkan perekonomian dalam rangka peningkatan produksi dan kebutuhan,” jelas Pangdam Rudy Saladin, yang juga menitipkan pesan penting kepada warga untuk menjaga infrastruktur yang dinantikan selama 4 dekade ini dengan baik.

Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro mengungkapkan rasa syukur atas terwujudnya pembangunan yang selama ini menjadi kebutuhan utama masyarakat. “Terima kasih kepada Pangdam V Brawijaya dan Kodim 0810 Nganjuk, semoga taraf kehidupan ekonomi masyarakat Nganjuk khususnya Sukomoro lebih meningkat dengan dibangunnya jembatan ini,” ucapnya.

Letkol Arh Mohamad Taufan Yudha Bhakti, Komandan Kodim 0810 Nganjuk, menjelaskan bahwa pembangunan jembatan ini tidak terlepas dari dukungan terhadap program nasional yang digaungkan Presiden Prabowo. “Ini merupakan sinergi kita bersama, pembangunan jembatan ini merupakan salah satu dukungan program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan presiden Prabowo,” jelasnya.

Dengan beroperasinya jembatan Perintis Garuda ini, diharapkan mobilitas masyarakat menjadi lebih lancar, waktu tempuh dan biaya distribusi dapat ditekan, serta produktivitas hasil pertanian lokal dapat meningkat secara signifikan.

Hal ini selaras dengan target pemerintah dalam RAPBN 2026 untuk mencapai swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani melalui penguatan infrastruktur dan dukungan program terkait.

Reporter : Zaki Mawardi 

Editor        : Tim Redaksi SRTV

Exit mobile version