Jelang Idul Adha, Juleha & Takmir Lamongan Dibekali Teknik Sembelih Hewan Kurban Aman, Sehat, Utuh, Halal

Reporter : Ahmad Zaki Mawardi
Suasana sosialisasi tata cara penyembelihan hewan kurban standar ASUH bagi Juleha dan Takmir se-Kabupaten Lamongan. (Ist,.SRTV)

LAMONGAN, SRTV.CO.ID – Menjelang Hari Raya Idul Adha, persiapan matang dilakukan Pemerintah Kabupaten Lamongan lewat Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. Bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), pihaknya menggelar sosialisasi dan bimbingan teknis tata cara penyembelihan hewan kurban yang memenuhi standar Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH). 

Kegiatan ini menyasar langsung para Juru Sembelih Halal (Juleha) dan pengurus takmir masjid dari berbagai kecamatan, digelar di salah satu aula Kabupaten Lamongan, Selasa (12/5/2026).

"Melalui sosialisasi ini, kami ingin seluruh juru sembelih memiliki standar yang sama, yakni kesesuaian syariat Islam dan kaidah kesehatan," ujar Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lamongan, Shofiah Nurhayati.

Teknik penyembelihan diajarkan sedemikian rupa untuk meminimalisir rasa sakit yang dirasakan hewan, sekaligus menjaga keberkahan ibadah kurban itu sendiri. Selain itu, aspek kebersihan tempat pemotongan dan cara penanganan daging pasca-sembelih juga menjadi fokus utama guna mencegah terjadinya kontaminasi bakteri yang bisa membahayakan kesehatan.

"Kami juga mengajarkan teknik perobohan hewan yang aman dan tenang. Hal ini penting agar hewan tidak mengalami stres berlebih sebelum disembelih, karena kualitas daging sangat dipengaruhi oleh kondisi fisik dan psikis hewan saat dipotong," jelas Shofiah.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan juga menegaskan akan memperketat pengawasan di lapangan demi menjamin keamanan konsumen. Pemeriksaan akan dilakukan dua tahap, yaitu antemortem atau pemeriksaan kesehatan sebelum hewan disembelih, serta postmortem atau pengecekan ulang setelah hewan dipotong. 

Langkah ini bertujuan menyaring dan memastikan seluruh hewan kurban benar-benar layak, sehat, dan bebas dari penyakit menular.

"Kami akan melakukan pemeriksaan ke pasar-pasar hewan, termasuk mengantisipasi penyakit cacing hati. Pemeriksaan juga dilakukan ketat terhadap hewan kurban yang masuk dari luar wilayah Lamongan, agar warga hanya mendapatkan hewan terbaik dan terjamin kesehatannya," pungkas Shofiah Nurhayati.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata perhatian pemerintah daerah agar momen berbagi dan berkurban di Idul Adha nanti tidak hanya bernilai ibadah tinggi, tapi juga membawa manfaat sehat, aman, dan berkah bagi seluruh masyarakat penerima daging kurban.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru