Sowan Ketahanan Pangan di Jombang, Wiwin Sumrambah Ajak Warga Tanam Sayuran saat Harga Mulai Mahal

Tampak Wiwin Sumrambah, Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur saat menyampaikan sambutan. Foto: Faiz.
Tampak Wiwin Sumrambah, Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur saat menyampaikan sambutan. Foto: Faiz.

 

JOMBANG, SRTV.CO.ID – Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Wiwin Sumrambah, mengingatkan masyarakat untuk mulai memperkuat ketahanan pangan dari lingkungan keluarga di tengah tren kenaikan harga sejumlah bahan pokok dan sayuran. 

Menurutnya, gerakan menanam sayuran secara mandiri dapat menjadi salah satu langkah sederhana untuk mengantisipasi dampak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang tahun ini.
Pesan itu disampaikan Wiwin saat menggelar Sosialisasi Dewan (Sowan) Ketahanan Pangan dan Lingkungan di Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, Jumat (17/7/2026) malam. 

Kegiatan bertajuk "Penguatan Ketahanan Pangan dan Lingkungan Melalui Gerakan Menanam Hadapi El Nino Gozila" tersebut dihadiri ratusan warga. Wiwin mengatakan, tema sosialisasi dipilih karena kondisi ketahanan pangan mulai menghadapi sejumlah tantangan. 

Selain harga berbagai kebutuhan dapur yang mulai merangkak naik, hasil panen petani juga dinilai belum optimal akibat perubahan cuaca yang berdampak pada sektor pertanian.

"Kami mengangkat tema ini karena melihat kondisi pangan saat ini. Beberapa kebutuhan dapur sudah mulai mengalami kenaikan harga, hasil panen petani juga belum maksimal, sementara kita akan memasuki musim kemarau yang diprediksi berlangsung cukup panjang. Karena itu masyarakat perlu dibekali pengetahuan sekaligus didorong melalui gerakan nyata untuk mengantisipasi kondisi tersebut," kata Wiwin Sumrambah.

Politikus PDI Perjuangan itu menilai, penguatan ketahanan pangan tidak bisa sepenuhnya bergantung pada pemerintah. Menurutnya, keluarga dapat memulai langkah sederhana dengan memanfaatkan lahan kosong di sekitar rumah untuk menanam berbagai jenis sayuran yang dibutuhkan sehari-hari.

Ia mencontohkan tanaman seperti cabai, tomat, terong, hingga aneka sayuran hijau relatif mudah dibudidayakan di pekarangan rumah. Selain membantu memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga, hasil panen juga dapat mengurangi pengeluaran rumah tangga ketika harga sayuran mengalami kenaikan.

"Masyarakat harus mulai bergerak secara mandiri, tidak harus menunggu bantuan pemerintah. Manfaatkan lahan yang ada untuk menanam cabai, tomat, terong, atau sayuran lainnya. Selain membuat lingkungan rumah lebih hijau dan asri, hasilnya juga bisa dimanfaatkan sendiri sehingga lebih hemat dan menguntungkan," ujarnya.

Wiwin menambahkan, berdasarkan prakiraan cuaca, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus hingga Oktober 2026. Kondisi tersebut, kata dia, perlu diantisipasi sejak dini, terutama oleh masyarakat dan para petani agar tidak mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan pangan.

Istri mantan Wakil Bupati Jombang, Sumrambah, itu juga mengimbau masyarakat tetap menjaga pola hidup sehat selama musim kemarau. Menurut dia, kecukupan gizi dan asupan cairan tetap menjadi faktor penting untuk menjaga daya tahan tubuh.

"Jangan sampai kita mengalami kekurangan kebutuhan pangan ketika musim kemarau berlangsung. Tetap konsumsi makanan bergizi, perbanyak sayur dan buah, minum air putih yang cukup, serta rutin berolahraga agar kesehatan tetap terjaga," pungkasnya.

Editor : SRTVRedaksi