Enam Kali Gagal Seleksi, Sri Hanik Ukir Sejarah Jadi Pembimbing Haji Perempuan Pertama Asal Nganjuk

Reporter : Mahbub Jamal
Hj. Sri Hanik, (pita hijau) pembimbing ibadah haji perempuan pertama di Nganjuk yang sukses lolos setelah 6 kali mengikuti seleksi. (Jamal, SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Kisah ketekunan dan semangat pantang menyerah datang dari Dusun Ngrombot, Desa Selorejo, Kecamatan Bagor. Hj. Sri Hanik, guru di MTsN 5 Nganjuk, akhirnya mengukir sejarah baru sekaligus mewujudkan impian besarnya. Setelah enam kali menghadapi kegagalan dalam mengikuti seleksi petugas haji, ia akhirnya berhasil lolos dan resmi menjadi pembimbing ibadah haji perempuan pertama yang dimiliki Kabupaten Nganjuk.

"Saya mengikuti ujian petugas haji selama enam kali. Pada tahun 2023 saat ujian CAT di provinsi, saat itu sudah lulus CAT, tapi gagal di tahap wawancara," ungkap Hanik, Senin (11/5/2026)

Kegagalan demi kegagalan yang ia terima tidak serta merta membuatnya patah arang atau berhenti berusaha. Justru, setiap kegagalan itu dijadikan bahan pembelajaran dan penyemangat untuk lebih mematangkan persiapan diri di kesempatan berikutnya. 

Tahun demi tahun berlalu, ia terus mendaftar dan mengikuti seleksi, percaya bahwa di setiap perjuangan yang sungguh-sungguh, pasti ada jalan terang yang terbuka pada waktunya.

"Bisa lolos dan lulus tes petugas haji tahun 2026 ini merupakan hasil perjuangan panjang yang sangat melelahkan. Alhamdulillah, akhirnya saya bisa mengabdikan diri dan melayani tamu Allah di Baitullah," ujar Hanik penuh haru dan syukur.

Kini, perjuangan keras ibu yang akrab disapa Hanik ini telah terbayar lunas. Namanya tercatat resmi sebagai pembimbing ibadah haji yang akan bertugas mendampingi rombongan jemaah pada kloter 113 Kabupaten Nganjuk. 

Penunjukan ini memiliki makna istimewa dan bersejarah, mengingat selama ini jabatan strategis sebagai pembimbing ibadah selalu diisi oleh petugas berjenis kelamin laki-laki.

Kehadiran Hanik membuka lembaran baru layanan ibadah haji di daerah ini, memberikan ruang dan peran lebih besar bagi perempuan dalam mendampingi jemaah, khususnya jemaah ibu-ibu, menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci. 

Langkahnya ini menjadi bukti nyata bahwa ketekunan, doa, dan usaha tak akan mengkhianati hasil, serta menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk tidak pernah berhenti bermimpi dan berjuang.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru