Pulang Kampung Sang Advokat, Menjaga Marwah Tradisi dalam Riuh Karnaval Nyadran Dusun Ketangi

Reporter : Boniman
Anang Hartoyo saat memberangkatkan Karnival Nyadran 2026 di Dusun Ketangi, Desa Kampung Baru. (Mr Boni)

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Suasana Dusun Ketangi, Desa Kampung Baru, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, mendadak berubah meriah dan hidup. Jalan-jalan desa dipenuhi riuh rendah suara musik tradisional, diiringi barisan peserta yang mengenakan kostum warna-warni, berjalan beriringan menampilkan kekayaan budaya setempat. 

Di tengah teriknya matahari siang pada Minggu (10/5/2026), tradisi turun-temurun yang sudah ada sejak puluhan tahun silam kembali dihidupkan lewat Karnaval Nyadran 2026. 

Bagi warga setempat, acara ini bukan sekadar pawai atau pertunjukan biasa, melainkan momen sakral untuk melestarikan simbol kearifan budaya masyarakat, agar nilai-nilai luhur itu tetap terjaga erat dan tidak luntur tergerus arus zaman yang makin modern.

“Nyadran Dusun Ketangi ini adalah bentuk nyata aksi nguri-nguri budaya Jawa yang diwariskan oleh nenek moyang kami. Ini adalah identitas kita,” ujar Anang Hartoyo, tokoh masyarakat sekaligus putra asli daerah ini, yang kehadirannya menjadi sorotan warga.

Di sela-sela kesibukannya yang padat menekuni profesi sebagai seorang advokat atau pengacara di kota kabupaten, Anang Hartoyo tak pernah melewatkan momen istimewa ini. Ia selalu menyempatkan diri pulang kampung, kembali ke tanah kelahirannya untuk turut merasakan kehangatan dan kebersamaan warga. 

Kehadirannya di tengah warga bukanlah dalam balutan seragam atau undangan resmi, melainkan datang selayaknya anak desa yang pulang ke rumah, menjadi bagian dari keluarga besar Dusun Ketangi. 

Baginya, nama besar dan kesibukan profesi tak membuatnya lupa asal-usul, ia tetap hadir menjadi tetangga, teman lama, dan warga biasa yang turut serta meramaikan dan mendoakan kelancaran hajat bumi tersebut.

“Kehadiran saya di sini adalah bentuk rasa syukur dan sinergi antara warga dengan pemerintah desa. Ini adalah tentang nilai-nilai kemanusiaan dan bagaimana kita menghargai akar sejarah kita,” tambah Anang Hartoyo dengan penuh makna.

Kegiatan tahunan kali ini terasa semakin istimewa dan bermakna dengan kehadiran Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk, Tatit Heru Tjahjono. Ia datang langsung ke lokasi bukan sekadar berkunjung, melainkan turun ke tengah warga, menyapa satu per satu, dan mendengarkan cerita warga setempat. 

Di penghujung rangkaian acara, Anang Hartoyo kembali menyampaikan pesan penutup yang menyentuh hati seluruh warga yang hadir. Baginya, suksesnya penyelenggaraan Nyadran tahun ini bukanlah milik satu pihak saja, melainkan milik seluruh warga Dusun Ketangi. 

Ia menegaskan, kegiatan ini adalah bukti nyata persatuan, cerminan keharmonisan, dan wujud nyata kekompakan yang menjadi ciri khas kehidupan bermasyarakat di desa.

Nilai itulah yang menurutnya harus selalu dijaga, dirawat, dan dipertahankan dari generasi ke generasi agar tradisi ini tak pernah hilang.

“Suksesnya kegiatan Nyadran ini merupakan salah satu bentuk kekompakan dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat yang harus kita kita pertahankan,” pungkas Anang Hartoyo.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru