Ribuan Orang Padati Gereja Mojowarno, Meriahkan Tradisi Unduh Unduh Penjemputan Berkah PanenĀ 

Reporter : M. Faiz Rahman
Ribuan warga padati halaman GKJW Mojowarno, menyaksikan arak-arakan hasil bumi serta meriahkan tradisi Hari Raya Unduh-Unduh, Jombang. (Faiz, SRTV)

JOMBANG, SRTV.CO.ID – Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menjadi pusat keramaian dan sukacita luar biasa pada Minggu (10/5/2026). 

Di halaman hingga sepanjang jalan di sekitar tempat ibadah ini, ribuan warga berdatangan memadati lokasi untuk menyaksikan sekaligus memeriahkan pagelaran Hari Raya Unduh-Unduh. 

Acara tahunan ini digelar istimewa sebagai wujud rasa syukur yang mendalam atas limpahan hasil panen yang diperoleh masyarakat pada periode sebelumnya.

“Luar biasa ramainya, sudah jadi kebiasaan kami dan warga sekitar menunggu momen ini setiap tahun. Suasananya hangat, akrab, dan penuh makna. Kami datang bukan sekadar melihat, tapi ikut merasakan rasa syukur bersama atas berkah hasil bumi yang melimpah,” ungkap Citra Wulan, salah satu warga yang sudah sejak siang berdiri di pinggir jalan menyaksikan rangkaian acara.

Kemeriahan mulai terasa sejak pagi hari, ketika rombongan arak-arakan bergerak berangkat dari titik start sejauh satu kilometer menuju lokasi gereja. 

Ribuan warga padati jalan menuju GKJW Mojowarno, menyaksikan arak-arakan hasil bumi serta meriahkan tradisi Hari Raya Unduh-Unduh, Jombang. (Faiz, SRTV)

Diiringi sorak-sorai warga, terlihat tujuh bangunan hias buatan tangan masyarakat yang diangkut penuh kreasi seni. Di atasnya terpajang beraneka ragam hasil bumi terbaik, mulai dari padi, umbi-umbian, buah-buahan, hingga sayuran segar yang disusun begitu indah dan rapi.

“Ini tradisi warisan leluhur yang sangat kami jaga. Unduh-Unduh bukan sekadar pesta, tapi momen berterima kasih kepada Tuhan lewat apa yang telah diberikan kepada kami. Semua yang diarak ini adalah hasil kerja keras petani dan berkah alam, kami kemas seindah mungkin sebagai persembahan,” jelas Guru Injil Imam Ghozali, selaku Panitia Hari Raya Unduh-Unduh.

Arak-arakan tak hanya menampilkan hasil tanaman. Jajaran warga juga mengiringi prosesi membawa beragam hewan ternak sehat dan gemuk, seperti sapi, kambing, hingga unggas, lengkap dengan aneka masakan tradisional khas yang menggugah selera. 

Sepanjang jalan yang dilalui, ribuan pasang mata warga menatap antusias, banyak yang merekam momen ini dengan ponsel, tak ingin melewatkan detik-detik berharga dari tradisi yang kian langka ini.

Sesampainya di gerbang utama gereja, prosesi sakral pun dimulai. Sekelompok penari mengenakan busana adat tampil anggun membawa berkas padi, simbol utama keberhasilan panen. 

Ribuan warga padati jalan menuju GKJW Mojowarno, menyaksikan arak-arakan hasil bumi serta meriahkan tradisi Hari Raya Unduh-Unduh, Jombang. (Faiz, SRTV)

Diiringi irama musik khas, mereka menyerahkan persembahan itu kepada Pendeta setempat sebagai tanda penyerahan hasil jerih payah masyarakat kepada Sang Pencipta. Usai ritual, bangunan hias dan segala bawaannya ditata rapi memenuhi halaman gereja, memancarkan warna-warni keindahan.

Puncak acara berlanjut dengan ibadah khusus yang memiliki ciri khas tersendiri. Berbeda dari ibadah biasa, di sini seluruh nyanyian, khotbah, hingga doa disampaikan menggunakan Bahasa Jawa, diiringi alat musik tradisional yang alunannya syahdu dan menenangkan. Nuansa keagamaan berpadu serasi dengan budaya lokal, membuat suasana terasa begitu akrab dan menyentuh hati.

Setelah ibadah selesai, momen yang paling ditunggu pun tiba: lelang hasil bumi, hewan ternak, dan makanan yang telah diarak sebelumnya. Suasana kembali riuh saat warga saling bersahutan menawar harga. Nilainya sangat bervariasi, mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah untuk hasil bumi dan makanan, bahkan mencapai jutaan rupiah untuk hewan ternak unggulan.

Bagi warga, membeli barang lelang ini bukan sekadar transaksi jual beli. Di balik itu, tersimpan harapan agar keberkahan dan kelimpahan rezeki terus mengalir. Tradisi Unduh-Unduh di Mojowarno ini pun menjadi bukti nyata bagaimana nilai agama dan budaya bisa hidup berdampingan, saling menguatkan, dan terus lestari dari generasi ke generasi.

“Harapan kami sederhana saja, semoga tradisi indah ini tidak pernah putus, selalu lestari, dan di tahun-tahun mendatang makin ramai, makin meriah, serta makin banyak orang yang paham makna syukur di balik Hari Raya Unduh-Unduh ini,” tutup Citra Wulan mewakili harapan warga.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru