Cerita di Balik Koleksi Pribadi Sang Pahlawan 

Begini Cara Keluarga Merawat Peninggalan Marsinah Selama 3 Dekade

Reporter : Etna Laila
Kenangan : Wijiati adik kandung Marsinah menunjuk blazer warna krem yang dipakai sang pahlawan menghadiri pesta pernikahannya di tahun 1993 silam (istimewa)

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Pembangunan Rumah Singgah dan Museum Marsinah kini telah tuntas dan siap menyambut pengunjung. Di dalamnya, beragam koleksi pribadi dan peninggalan sang Pahlawan Nasional telah tertata rapi, menjadi saksi bisu perjalanan hidup dan perjuangannya. 

Benda-benda tersebut bukan sekadar pajangan, melainkan menyimpan jutaan cerita yang masih sangat melekat di hati keluarga.

"Bermacam koleksi mbak Marsinah sudah ada di museum," ujar adik kandung Marsinah, Wijiati, kepada awak media, Rabu (6/5/2026).

Saat meninjau isi museum beberapa waktu lalu, perhatian Wijiati langsung tertuju pada satu benda yang paling membekas di ingatannya, yaitu sebuah blazer berwarna krem. 

Pakaian itu sangat istimewa karena sering dikenakan Marsinah, termasuk saat menghadiri resepsi pernikahannya di Gresik pada tahun 1993 silam.

"Mesti, begitu melihat lagi pakaian tersebut, saya jadi ingat momen mbak Marsinah datang ke resepsi saya," jelasnya dengan nada haru.

Kakak Marsinah, Marsini, pun membeberkan detail koleksi yang kini tersimpan aman di museum. Mulai dari pakaian, tas jinjing, tikar serat, rantang, ijazah, piagam, foto, hingga sepeda onthel tua. 

Ia mengaku selama lebih dari tiga dekade, dirinyalah yang dengan setia merawat dan menjaga barang-barang tersebut, bahkan ikut berpindah-pindah rumah bersamanya.

"Baju itu saya taruh di lemari. Pindah-pindah rumah saya bawa dan rawat. Tersimpan rapi sekitar 32 tahun. Rantang dipakai membawa bontotan makanan Marsinah," ceritanya.

Ada satu benda yang memiliki nilai sentimental paling tinggi bagi Marsini, yaitu sepeda onthel. Kendaraan legendaris itu bukan hanya alat transportasi, melainkan saksi perjalanan masa kecil mereka yang digunakan secara bergantian.

"Sepeda onthel awalnya orang tua beli baru untuk saya. Kemudian, setelah saya lulus sekolah, sepeda itu dipakai adik (Marsinah)," urainya.

Kehadiran museum ini membawa kebanggaan tersendiri bagi keluarga. Mereka menyaksikan bagaimana kenangan dan perjuangan Marsinah kini diabadikan dalam bangunan yang megah dan layak, sehingga bisa dikenang oleh generasi mendatang.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru