Malam Budaya Memukau di Sumberbeji, Wiwin Sumrambah Hadirkan Wayang untuk Rakyat

Reporter : M. Faiz Rahman
Anggota Komisi B DPRD Jatim, Wiwin Sumrambah menyajikan Pagelaran wayang kulit menghadirkan Dalang Ki Anom Sakti Aji dengan lakon Tirta Perwitasari

JOMBANG, SRTV.CO.ID – Kawasan Petirtaan Sumberbeji, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, berubah menjadi lautan manusia pada Sabtu (11/4/2026) malam. Ribuan warga memadati area cagar budaya nasional ini, seolah menjawab kerinduan mendalam akan denting gamelan dan cerita wayang yang telah lama dinanti. Suasana hangat persaudaraan dan cinta budaya terasa begitu kental menyelimuti setiap sudut lokasi. 

“Sudah lama tidak melihat wayang kulit. Dulu sering, dan senang sekali mengikuti ceritanya. Sekarang seperti diingatkan lagi, bisa jadi penyemangat hidup ke depan,” ujar Sanipan (57), salah satu warga yang hadir, mengungkapkan perasaannya. 

Suasana semakin hidup dengan hadirnya ratusan pelaku UMKM yang memenuhi area sekitar. Aroma kuliner tradisional bercampur dengan semilir angin malam, melengkapi kemeriahan acara yang digagas oleh Anggota Komisi B DPRD Jatim, Wiwin Sumrambah, bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur. 

“Petirtaan Sumberbeji ini bukan sekadar situs budaya, tetapi bukti bahwa nenek moyang kita memiliki peradaban yang luar biasa. Ada teknologi yang sudah diterapkan sejak masa kerajaan. Ini menjadi pelajaran bagi kita untuk bangga terhadap leluhur,” tegas politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini dalam sambutannya. 

Pagelaran wayang kulit menghadirkan Dalang Ki Anom Sakti Aji dengan lakon Tirta Perwitasari. Penampilan ini semakin meriah dengan sentuhan lawakan khas dari Jo Klitik dan Klutuk yang sukses mengundang tawa penonton dari berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga lansia.

“Wayang ini lengkap. Ada nilai, norma, dan tuntunan hidup. Sementara kehadiran Jo Klitik dan Klutuk menjadi pelengkap hiburan agar suasana lebih hidup dan mengundang tawa,” tambahnya menjelaskan tujuan diadakannya acara ini. 

Hingga menjelang pagi, antusiasme masyarakat tak surut. Mereka duduk bersila, berdiri, hingga menyaksikan dari balik kelir, benar-benar larut dalam alur cerita yang sarat makna. Acara ini bukan sekadar tontonan, melainkan tuntunan untuk terus melestarikan warisan leluhur demi masa depan yang lebih baik.

Editor : SRTVRedaksi

Pemerintah
Berita Terpopuler
Berita Terbaru